Freeport Gelontorkan US$1,4 Miliar Bangun Tambang Bawah Tanah Kucing Liar

PT Freeport Indonesia terus memacu pengembangan proyek tambang bawah tanah Kucing Liar yang berada di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Proyek raksasa ini menyerap investasi s...

Aug 11, 2026 - 20:08
0 0
Freeport Gelontorkan US$1,4 Miliar Bangun Tambang Bawah Tanah Kucing Liar

PT Freeport Indonesia terus memacu pengembangan proyek tambang bawah tanah Kucing Liar yang berada di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Proyek raksasa ini menyerap investasi sekitar US$1,4 miliar atau lebih dari Rp22 triliun dan diproyeksikan menjadi penopang utama produksi perseroan dalam beberapa dekade ke depan.

Manajemen Freeport Indonesia menyampaikan, tahapan pengembangan Kucing Liar sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan. Berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari pembukaan akses bawah tanah hingga pembangunan infrastruktur pendukung, terus dikebut agar target operasi komersial dapat tercapai sesuai rencana perusahaan.

Proyek Penerus Kejayaan Grasberg

Kucing Liar merupakan salah satu cebakan mineral besar di distrik pertambangan Grasberg yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia. Kehadiran proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Freeport untuk mempertahankan kontribusi signifikan bagi industri pertambangan nasional.

Sejak tambang terbuka Grasberg berhenti beroperasi pada 2019, perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Indonesia melalui holding BUMN tambang MIND ID ini mengalihkan seluruh aktivitas produksinya ke tambang bawah tanah. Saat ini, produksi utama ditopang oleh tambang Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone.

Nantinya, Kucing Liar akan melengkapi dua tambang bawah tanah tersebut sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bijih ke fasilitas pengolahan atau konsentrator. Dengan demikian, umur operasi tambang di kawasan ini bisa berlangsung jauh lebih panjang, sejalan dengan perizinan yang dimiliki perusahaan hingga 2041 dan berpotensi diperpanjang hingga 2061.

Metode Block Caving dan Kapasitas Produksi

Sama seperti tambang bawah tanah Freeport lainnya, Kucing Liar akan ditambang menggunakan metode block caving. Teknik ini dipilih karena dinilai paling efektif untuk menambang cebakan bijih berukuran besar yang berada di kedalaman ratusan meter di bawah permukaan tanah.

Berdasarkan kajian teknis perusahaan, tambang ini dirancang mampu memproduksi bijih dalam jumlah besar setiap harinya ketika mencapai kapasitas penuh. Kandungan tembaga dan emas di cebakan Kucing Liar diyakini sangat prospektif sehingga mampu menambah cadangan terbukti perseroan secara signifikan.

Investasi US$1,4 miliar yang digelontorkan mencakup pembangunan terowongan akses, sistem ventilasi, jaringan listrik, fasilitas penghancur bawah tanah, hingga sistem konveyor untuk mengangkut bijih menuju pabrik pengolahan. Seluruh fasilitas dibangun dengan standar keselamatan tinggi mengingat kompleksitas operasi penambangan bawah tanah yang jauh lebih menantang dibandingkan tambang terbuka.

Ditargetkan, produksi perdana dari Kucing Liar bisa dimulai dalam beberapa tahun ke depan sebelum akhirnya naik secara bertahap menuju kapasitas puncak. Jadwal ini disusun dengan mempertimbangkan kompleksitas pembangunan infrastruktur di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut, di mana kondisi cuaca ekstrem dan logistik menjadi tantangan tersendiri bagi tim operasional.

Dukung Agenda Hilirisasi Nasional

Pengembangan Kucing Liar juga sejalan dengan agenda hilirisasi mineral yang digaungkan pemerintah. Pasokan bijih dari tambang ini akan menjadi bahan baku bagi fasilitas pemurnian atau smelter yang baru saja diresmikan di kawasan ekonomi khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Smelter bernilai investasi sekitar US$3,7 miliar tersebut merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan mampu mengolah konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga, emas batangan, perak, serta produk turunan lainnya. Dengan adanya kepastian pasokan dari tambang seperti Kucing Liar, keberlanjutan operasi smelter dalam jangka panjang semakin terjamin.

Komitmen terhadap Papua dan Indonesia

Freeport Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi bagi perekonomian, baik di tingkat nasional maupun lokal Papua. Selama beroperasi, perusahaan ini menjadi salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar melalui pembayaran pajak, royalti, dan dividen.

Kontribusi tersebut tidak hanya berupa penerimaan negara, tetapi juga penguatan rantai pasok industri dalam negeri. Kehadiran tambang baru memastikan efek berganda ekonomi terus berputar, mulai dari sektor jasa, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Mimika dan daerah sekitarnya.

Di sisi lain, pengembangan proyek sebesar Kucing Liar turut membuka lapangan kerja serta peluang kemitraan bagi pengusaha lokal. Perusahaan menyatakan akan terus melibatkan tenaga kerja asli Papua dan menjalankan program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi secara berkelanjutan.

Dengan progres yang berjalan positif, Kucing Liar diharapkan bisa segera berproduksi dan menjadi babak baru perjalanan industri pertambangan Indonesia. Proyek ini sekaligus menegaskan posisi Tanah Air sebagai salah satu produsen tembaga dan emas terkemuka di kancah global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User