Forum IIFTIHAR Bedah Visi Teknologi Habibie, Hadirkan Tokoh Nasional

Panggung diskusi bertajuk Leaders Forum resmi digelar oleh Ikatan Ilmuwan dan Teknologiwan Muslim Indonesia (IIFTIHAR) bekerja sama dengan detik.com. Acara ini menjadi puncak reflektif dalam rangka me...

Jul 28, 2026 - 03:06
0 0
Forum IIFTIHAR Bedah Visi Teknologi Habibie, Hadirkan Tokoh Nasional

Panggung diskusi bertajuk Leaders Forum resmi digelar oleh Ikatan Ilmuwan dan Teknologiwan Muslim Indonesia (IIFTIHAR) bekerja sama dengan detik.com. Acara ini menjadi puncak reflektif dalam rangka memperingati 30 tahun perjalanan IIFTIHAR sekaligus 90 tahun kelahiran B.J. Habibie, tokoh teknologi kebanggaan Indonesia. Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang nostalgia, namun juga panggung pembacaan ulang visi besar Habibie mengenai penguasaan sains dan teknologi di dunia Islam.

Bertempat di sebuah balai konferensi yang sarat makna historis, forum ini menghadirkan deretan tokoh nasional dari berbagai lintas bidang, mulai dari mantan menteri, akademisi senior, inovator muda, hingga pemimpin industri teknologi. Mereka duduk bersama untuk mengurai benang merah gagasan Habibie: bahwa kemajuan peradaban Islam hanya mungkin diraih melalui lompatan inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan. Seluruh peserta forum sepakat bahwa pemikiran Habibie bukan lagi sekadar wacana, melainkan cetak biru yang mendesak untuk direalisasikan di tengah disrupsi global saat ini.

Peringatan Dua Tonggak: 30 Tahun IIFTIHAR dan 90 Tahun Habibie

Sejak berdiri pada 1996, IIFTIHAR telah menjadi wadah bagi para cendekiawan dan teknolog Muslim untuk berkolaborasi mengangkat harkat bangsa melalui keunggulan sains. Memasuki usia tiga dekade, organisasi ini justru dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks: bagaimana menjadikan inovasi teknologi sebagai arus utama dalam pembangunan umat. Oleh karena itu, momentum peringatan kali ini sengaja disandingkan dengan sosok Habibie, yang warisan intelektualnya melampaui batas waktu dan sekat keilmuan.

Habibie bukan sekadar bapak teknologi Indonesia. Ia adalah simbol bahwa kecerdasan, integritas, dan keimanan dapat berjalan beriringan membentuk karya besar. Konsep "teknologi untuk kesejahteraan umat" yang ia dengungkan sejak era 1970-an kembali digali dalam forum ini. Para pembicara mengungkap bahwa visi Habibie soal industrialisasi berbasis pengetahuan justru semakin relevan di era kecerdasan buatan dan ekonomi digital yang menuntut kedaulatan teknologi.

Dari Pesawat Terbang ke Ekosistem Digital: Benang Merah Gagasan

Diskusi utama dalam Leaders Forum mengalir dari tonggak sejarah Habibie di industri dirgantara menuju lanskap teknologi kontemporer. Salah seorang panelis, seorang mantan kolega Habibie yang kini menjabat sebagai penasihat senior lembaga riset nasional, memaparkan bahwa prinsip Habibie soal "bermimpi besar, menghitung detail" adalah fondasi yang harus diadopsi oleh setiap teknolog Muslim. Ia menekankan bahwa dunia Islam tidak boleh hanya menjadi konsumen, melainkan harus menjadi produsen teknologi yang berakar pada nilai dan kebutuhan umat.

Beranjak dari sana, forum membedah bagaimana prinsip tersebut dapat diterjemahkan ke dalam sektor-sektor strategis hari ini: energi terbarukan, bioteknologi, kecerdasan buatan, hingga telekomunikasi kuantum. Perbincangan tidak bersifat romantisasi masa lalu, melainkan analitis dan sarat data. Para peserta diajak melihat bahwa negara-negara dengan populasi Muslim besar masih tertinggal dalam investasi riset dan pengembangan, sementara Habibie bertahun-tahun lalu sudah memperingatkan bahwa ketertinggalan teknologi adalah akar dari ketidakberdayaan ekonomi dan politik.

Suara Tokoh dan Generasi Muda dalam Satu Panggung

Salah satu sesi yang paling dinamis adalah dialog antara tokoh senior dan inovator muda. Mantan Menteri Riset dan Teknologi yang hadir sebagai pembicara kunci menyatakan bahwa generasi saat ini perlu mereinterpretasi semangat Habibie dengan alat dan tantangan yang berbeda. "Habibie memaksa kita semua untuk tidak pernah puas dengan tiruan. Ia ingin kita mencipta. Dan sekarang, dengan akses terbuka terhadap pengetahuan, tidak ada alasan bagi talenta muda Muslim untuk tidak berinovasi setara dengan Silicon Valley," ujarnya disambut aplaus.

Di sisi lain, beberapa pendiri startup teknologi berbasis syariah membagikan pengalaman mereka dalam menerapkan nilai-nilai etika Islam ke dalam desain produk digital. Mereka menyebut bahwa visi Habibie tentang teknologi yang manusiawi dan berkeadilan sejalan dengan prinsip "teknologi bermartabat" yang kini mereka perjuangkan. Diskusi pun melebar ke tema tanggung jawab sosial ilmuwan, sesuatu yang selalu ditekankan Habibie sepanjang hidupnya.

Kolaborasi IIFTIHAR dan detik.com: Merawat Ingatan, Menyalakan Api

Keterlibatan detik.com sebagai mitra media strategis dalam forum ini tidak hanya sebatas pemberitaan. Platform digital itu difungsikan untuk memperluas jangkauan diskusi melalui siaran langsung dan ruang interaktif daring, sehingga percakapan tentang visi Habibie tidak berhenti di ruang konferensi. Ribuan warganet dari berbagai daerah turut menyaksikan dan mengajukan pertanyaan kritis kepada panelis, menandakan bahwa publik memiliki dahaga akan diskursus teknologi yang mendalam dan membumi.

Seorang eksekutif detik.com dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa sinergi antara media dan organisasi intelektual seperti IIFTIHAR adalah kunci untuk membangun kesadaran publik terhadap urgensi penguasaan sains. "Visi Habibie tidak akan pernah basi selama kita terus membicarakannya dalam konteks kekinian. Media memiliki peran penting untuk menerjemahkan gagasan besar menjadi bahasa yang dipahami oleh rakyat banyak," tegasnya.

Melampaui Upacara: Agenda Konkret Pasca-Forum

Leaders Forum ini tidak dirancang sekadar sebagai seremoni. Panitia dan dewan pakar IIFTIHAR telah menyusun sejumlah rekomendasi yang akan dituangkan dalam Peta Jalan Kebangkitan Teknologi Dunia Islam 2045, sebuah dokumen strategis yang terinspirasi dari pola pikir jangka panjang Habibie. Beberapa poin yang mengemuka antara lain: pendirian dana abadi riset Muslim global, program inkubasi teknologi berorientasi ekspor, serta jaringan universitas Islam terpadu untuk kolaborasi riset lintas negara.

Para peserta pulang dengan satu pesan kuat: bahwa memperingati Habibie bukan berarti mengenang dengan air mata, melainkan dengan aksi nyata. B.J. Habibie telah membuktikan bahwa kebesaran seorang Muslim tidak diukur dari kekuasaan politiknya, melainkan dari seberapa banyak ia menyalakan lilin bagi generasi selanjutnya. Forum ini adalah bukti bahwa lilin itu masih menyala terang, menunggu tangan-tangan baru untuk menjaganya tetap hidup.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User