Enam Paus Beluga Bekas Marineland Kanada Berhasil Direlokasi ke Akuarium AS

Setelah bertahun-tahun menjadi pusat protes dan sorotan internasional, babak baru bagi enam paus beluga penghuni Marineland, taman laut kontroversial di Ontario, Kanada, akhirnya dimulai. Hewan-hewan ...

Jul 28, 2026 - 06:10
0 0
Enam Paus Beluga Bekas Marineland Kanada Berhasil Direlokasi ke Akuarium AS

Setelah bertahun-tahun menjadi pusat protes dan sorotan internasional, babak baru bagi enam paus beluga penghuni Marineland, taman laut kontroversial di Ontario, Kanada, akhirnya dimulai. Hewan-hewan mamalia laut berwarna putih bersih itu kini menempati dua akuarium terkemuka di Amerika Serikat, menyudahi masa-masa ketidakpastian yang panjang di fasilitas yang telah resmi menutup pintunya. Pemindahan ini menandai salah satu operasi penyelamatan satwa laut paling rumit di Amerika Utara dalam satu dekade terakhir.

Sejarah Kelam Marineland

Taman laut Marineland, yang dulunya menjadi ikon wisata di Air Terjun Niagara, mulai kehilangan pamor seiring meningkatnya kesadaran publik akan kesejahteraan hewan di penangkaran. Berbagai laporan investigasi mengungkap kondisi memprihatinkan, mulai dari kolam yang terlalu kecil, air yang keruh, hingga kasus kematian misterius sejumlah paus beluga. Aktivis hak asasi hewan dari berbagai penjuru dunia terus menekan pemerintah Kanada untuk menutup pameran lumba-lumba dan paus. Akhirnya, pada akhir 2025, Marineland mengumumkan penghentian operasi secara permanen untuk pameran mamalia laut, dan semua satwa harus segera direlokasi.

Operasi Logistik Berisiko Tinggi

Proses evakuasi bukanlah perkara sederhana. Tim gabungan yang terdiri dari dokter hewan spesialis mamalia laut, ahli biologi, dan insinyur dari kedua negara bekerja selama berminggu-minggu untuk merancang strategi pemindahan. Setiap paus beluga yang memiliki berat antara 700 hingga 1.400 kilogram harus diangkat dengan hati-hati menggunakan tandu khusus yang dilengkapi bantalan busa dan diberikan sedasi ringan untuk mengurangi stres. Mereka kemudian dimasukkan ke dalam kontainer besar berisi air bersuhu dingin yang dijaga ketat, sebelum diterbangkan dengan pesawat kargo militer yang telah dimodifikasi. Selama perjalanan, detak jantung dan pernapasan setiap individu dipantau secara real-time oleh tim medis.

Setibanya di bandara terdekat, kontainer-kontainer tersebut langsung diangkut menggunakan truk berpendingin menuju dua akuarium yang telah ditentukan. Di sana, tim penerima sudah menyiapkan kolam karantina yang telah disterilkan dan disesuaikan dengan parameter air yang identik dengan habitat asli Beluga di Kutub Utara. "Ini adalah momen yang sangat emosional bagi semua yang terlibat. Kami menyaksikan makhluk-makhluk cerdas ini akhirnya mendapatkan kesempatan kedua," ujar Dr. Mitchell Reed, dokter hewan utama yang memimpin misi ini.

Dua Akuarium, Satu Harapan

Enam paus beluga tersebut dibagi ke dua lokasi berbeda. Tiga ekor, terdiri dari dua betina dan satu jantan muda, diterbangkan ke Pusat Studi Kelautan Pasifik di California, fasilitas riset nirlaba yang memiliki laguna alami seluas 8 juta liter. Sementara tiga lainnya, yang merupakan jantan dewasa dengan usia di atas 20 tahun, menuju Akuarium Nasional Florida, yang terkenal dengan program rehabilitasi lumba-lumba dan paus yang inovatif. Kedua lembaga ini memiliki rekam jejak panjang dalam merawat satwa laut yang diselamatkan dari taman hiburan yang bermasalah.

Konservasi atau Kompromi?

Meski dirayakan sebagai kemenangan besar oleh para pegiat lingkungan, beberapa ilmuwan mengingatkan bahwa pemindahan ke akuarium lain bukanlah kebebasan sejati. "Paus beluga adalah spesies yang sangat sosial dengan panggilan vokal rumit. Memindahkan mereka dari satu penangkaran ke penangkaran lain tetap menimbulkan trauma psikologis," kata Dr. Irene Kowalski, etolog maritim dari Universitas British Columbia. Namun, ia mengakui bahwa mengingat keenam beluga tersebut telah lahir di penangkaran dan tidak memiliki kemampuan bertahan hidup di alam liar, opsi akuarium yang lebih terkontrol adalah kompromi terbaik yang tersedia. Pihak akuarium penerima menegaskan bahwa kolom renang baru mereka jauh lebih besar, dilengkapi stimulasi lingkungan seperti arus buatan dan mainan bawah air untuk mencegah kebosanan.

Babak Baru bagi Para Beluga

Saat ini, fokus utama adalah masa karantina 90 hari di mana para beluga akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk tes fungsi pernapasan dan sampel darah rutin. Setelah masa adaptasi, rencananya mereka akan diperkenalkan secara bertahap kepada beluga lain yang sudah lebih dulu menghuni fasilitas tersebut, membentuk sebuah kawanan sosial yang stabil. Program pengayaan nutrisi dengan sajian ikan segar serta sesi pelatihan berbasis penguatan positif juga telah disusun.

Keberhasilan misi pemindahan ini diharapkan menjadi preseden penting bagi perlindungan mamalia laut di penangkaran global. Dunia maya ramai dengan dukungan warganet yang menyebarkan tagar #SelamatDatangBeluga, sementara pemerintah Kanada tengah menyusun undang-undang baru yang melarang pertunjukan mamalia laut secara permanen. Meski perjalanan menuju pemulihan fisik dan psikis masih panjang, satu hal yang pasti: untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, keenam raksasa putih penjelajah samudra itu kini dapat beristirahat di perairan yang lebih mendekati genggaman alam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User