Enam Beluga dari Marineland Dipindahkan ke Dua Akuarium di Amerika Serikat

Setelah bertahun-tahun menuai kritik dan kontroversi, taman laut Marineland di Niagara Falls, Ontario, secara permanen menutup operasinya. Sebagai bagian dari penutupan tersebut, enam paus beluga yang...

Jul 28, 2026 - 05:53
0 0
Enam Beluga dari Marineland Dipindahkan ke Dua Akuarium di Amerika Serikat

Setelah bertahun-tahun menuai kritik dan kontroversi, taman laut Marineland di Niagara Falls, Ontario, secara permanen menutup operasinya. Sebagai bagian dari penutupan tersebut, enam paus beluga yang sebelumnya menghuni kolam-kolam sempit di taman itu telah berhasil dipindahkan ke dua akuarium terkemuka di Amerika Serikat. Operasi penyelamatan skala besar ini menandai angin segar bagi mamalia laut yang selama ini sekadar menjadi tontonan tanpa perhatian serius pada kesejahteraannya.

Marineland, yang dibuka pada tahun 1961, pernah menjadi magnet wisata di kawasan perbatasan Kanada-Amerika. Namun, pamornya merosot drastis seiring meningkatnya kesadaran publik tentang hak satwa. Selama dua dekade terakhir, taman ini menjadi sasaran protes aktivis dan investigasi media yang mengungkap fakta memprihatinkan: kapasitas kolam yang tidak memadai, kualitas air yang meragukan, serta perawatan kesehatan yang minim. Tidak kurang dari tiga gugatan hukum dilayangkan, termasuk oleh mantan karyawan yang bersaksi bahwa beluga dipaksa tampil dalam kondisi sakit. Tekanan hukum dan opini publik akhirnya memaksa penutupan total, sekaligus membuka jalan bagi pemindahan enam beluga yang tersisa.

Paus beluga adalah spesies yang memikat dengan kemampuan ekolokasi dan vokalisasi yang kompleks; di alam liar, mereka hidup dalam kelompok sosial yang erat dan bermigrasi ribuan kilometer. Di penangkaran, naluri ini sering tertekan oleh ruang sempit dan rutinitas pertunjukan yang monoton. Kelompok beluga di Marineland, menurut penilaian ahli biologi kelautan independen, memperlihatkan indikasi gangguan psikologis seperti pola renang berulang dan agresi antarsesama. Oleh sebab itu, relokasi bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan intervensi untuk memulihkan martabat hayati mereka.

Selama bertahun-tahun, perawat di Marineland telah membentuk ikatan emosional dengan keenam beluga. Bagi mereka, perpisahan ini begitu memilukan namun sekaligus melegakan—sebab mengetahui bahwa sahabatnya akan hidup lebih baik. Beberapa pelatih bahkan turut serta dalam penerbangan untuk memastikan transisi berjalan mulus.

Proses Evakuasi yang Rumit

Operasi pemindahan ini dirancang layaknya misi militer, dengan tingkat presisi tinggi. Setiap beluga dibius ringan lalu dimasukkan ke dalam kontainer khusus berlapis spons dan diisi air laut buatan yang dijaga pada suhu 4–8 derajat Celsius. Dokter hewan dan tim paramedis satwa liar mengawal kontainer tersebut sepanjang perjalanan darat menuju bandara. Sebuah pesawat kargo disewa untuk terbang melintasi perbatasan; di dalam kabin, paramedis terus-menerus memantau detak jantung, pernapasan, dan tingkat stres beluga melalui alat telemetri. Setelah mendarat di lokasi yang dirahasiakan, kontainer langsung diangkut ke dua akuarium berbeda. Di sana, setiap beluga menjalani karantina ketat selama empat hingga enam minggu di kolam isolasi yang memungkinkan adaptasi bertahap sebelum bergabung dengan komunitas beluga yang sudah ada.

Kedua akuarium yang menerima beluga ini merupakan institusi yang telah lama dikenal akan komitmennya pada konservasi mamalia laut. Fasilitas mereka mencakup kolam raksasa berkapasitas jutaan galon air yang meniru ekosistem Arktik: air dingin, salinitas seimbang, dan tata cahaya yang mensimulasikan siklus musim kutub. Selain ruang vertikal dan horizontal yang luas, kolam ini dilengkapi dengan gugusan batu buatan, terowongan es, dan arus buatan yang memungkinkan beluga berenang bebas dan bermain. Para peneliti berharap, kehadiran enam beluga baru ini akan memperkaya struktur sosial kelompok dan membuka peluang studi perilaku yang dapat diterapkan pada program pelepasliaran di masa depan.

Penutupan Marineland dan pemindahan beluga ini menandai babak penting dalam gerakan global menentang penangkaran satwa untuk hiburan. Sejumlah negara, termasuk Kanada sendiri, telah mengesahkan undang-undang yang melarang pertunjukan lumba-lumba dan paus, sehingga taman-taman laut tradisional terpaksa bertransformasi menjadi pusat edukasi tanpa hewan hidup. Sementara itu, sisa koleksi Marineland—singa laut, penguin, dan berbagai ikan eksotis—akan direlokasi secara bertahap ke suaka alam dan lembaga konservasi. Bagi keenam beluga, lembaran baru kini terbuka: dari penghuni kolam beton yang sumpek, mereka menjelma sebagai duta spesies di akuarium yang menghormati hakikat mereka sebagai makhluk liar. Kisah ini adalah pengingat bahwa kehendak publik dan keberanian hukum bisa menjadi penyelamat bagi suara-suara yang tak mampu berteriak. Bagi masyarakat, peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah konservasi mamalia laut di Amerika Utara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User