DPRD Desak Transparansi Data Sekolah Rusak Usai SDN Kebayoran Lama Roboh

Jakarta — Legislator dari Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) DKI untuk segera membuka data lengkap mengenai kondisi fisik seluruh bangunan sekolah di ibu kota. Des...

Jul 28, 2026 - 08:45
0 0
DPRD Desak Transparansi Data Sekolah Rusak Usai SDN Kebayoran Lama Roboh

Jakarta — Legislator dari Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) DKI untuk segera membuka data lengkap mengenai kondisi fisik seluruh bangunan sekolah di ibu kota. Desakan ini mencuat setelah insiden ambruknya sebagian bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, pada akhir pekan lalu.

Peristiwa nahas tersebut sontak menggegerkan warga sekitar dan menjadi sorotan tajam publik. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas belajar mengajar sehingga tidak memakan korban jiwa. Namun, runtuhnya struktur atap dan beberapa dinding ruang kelas itu menjadi pukulan telak yang membuka tabir masalah pelik pemeliharaan fasilitas pendidikan di Jakarta.

Kronologi Robohnya Bangunan SDN Kebayoran Lama

Menurut keterangan saksi mata, bangunan yang ambruk merupakan gedung lama yang sebagian besar strukturnya terbuat dari kayu dan telah berusia puluhan tahun. Pada Minggu petang, tanpa peringatan yang berarti, bagian atap yang tampak lapuk itu tiba-tiba ambrol bersamaan dengan runtuhnya sekat dinding. Sebelumnya, beberapa guru dan penjaga sekolah sempat melaporkan adanya rembesan air dan retakan di langit-langit, namun perbaikan yang diharapkan tak kunjung datang.

“Suaranya keras sekali, seperti ada yang rubuh. Saya langsung lari ke depan dan melihat ruang kelas sudah berantakan, beruntung tidak ada anak-anak,” tutur seorang warga yang tinggal di dekat sekolah, yang enggan disebut namanya. Petugas pemadam kebakaran dan Tim Reaksi Cepat dari BPBD langsung dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mencegah kerusakan meluas.

Desakan Transparansi dari Dewan

Menanggapi kejadian ini, Komisi E yang membidangi pendidikan, pemuda, dan olahraga segera bergerak. Dalam pernyataan resminya, Ketua Komisi E menekankan bahwa insiden ini bukan sekadar kecelakaan spontan, melainkan cermin dari sistem pengelolaan sarana pendidikan yang perlu dibenahi total. Pihaknya meminta agar Dinas Pendidikan tidak menutup-nutupi data riil kondisi bangunan sekolah, terutama yang masuk kategori rusak sedang hingga berat.

“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang dan menimbulkan korban. Ini adalah peringatan keras. Kami mendesak Disdik membuka data seluruh bangunan sekolah, berapa yang kondisinya baik, rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Dengan data itu, kami bisa bersama-sama mencari solusi prioritas perbaikan,” tegas seorang anggota Komisi E yang hadir dalam inspeksi mendadak ke lokasi keesokan harinya.

Legislator lainnya bahkan mendorong agar dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh fasilitas pendidikan di Jakarta, termasuk gedung perpustakaan, laboratorium, dan kantin. Menurutnya, banyak laporan dari masyarakat tentang kondisi sekolah yang memprihantinkan tapi jarang direspons cepat. “Jika perlu, data itu dipublikasikan secara transparan di situs resmi, agar masyarakat bisa ikut mengawasi,” tambahnya.

Respons Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk membuka data sebagaimana diminta oleh DPRD. Kepala Dinas, dalam keterangannya, mengakui bahwa terdapat sejumlah sekolah yang memang memerlukan perbaikan serius. Namun, ia menggarisbawahi bahwa keterbatasan anggaran seringkali menjadi kendala.

“Kami sedang memvalidasi kembali data terbaru mengenai kondisi bangunan sekolah. Data itu akan kami serahkan kepada Komisi E dan juga bisa diakses publik. Memang ada prioritas perbaikan, tetapi dengan APBD yang ada, kami harus pintar-pintar mengatur skala prioritas,” ungkapnya. Disdik berjanji akan mempercepat proses perbaikan untuk sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah, sembari melakukan langkah darurat jika ada bangunan yang berpotensi membahayakan.

Dinas juga akan mengirim tim teknis untuk mengevaluasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 secara menyeluruh dan menilai apakah bangunan lainnya masih layak digunakan. “Keselamatan siswa dan guru adalah yang utama. Jika memang tidak layak, kami tidak akan ragu untuk merekomendasikan relokasi sementara atau pembongkaran,” tegasnya.

Kekhawatiran Guru dan Orang Tua Murid

Di lapangan, insiden ambruknya sekolah itu menimbulkan gelombang kekhawatiran. Sejumlah guru yang ditemui mengaku sudah lama merasakan ketidaknyamanan mengajar di bangunan yang kondisi fisiknya terus menurun. Salah satu guru SDN tersebut, yang tidak ingin identitasnya disebutkan, mengungkapkan rasa frustasinya: “Kami sudah berulang kali melaporkan bahwa atap bocor, plafon lapuk, dan dinding retak. Laporan kami hanya ditanggapi dengan janji perbaikan yang tak kunjung jelas. Sekarang semuanya sudah terbukti.”

Orang tua murid pun resah. Banyak dari mereka yang kini meragukan keamanan bangunan sekolah tempat anak-anak mereka menimba ilmu. “Kami tidak tenang. Anak saya seharusnya masuk kelas yang berada di dekat ruang roboh itu. Jika saja kejadiannya hari biasa, mungkin anak saya jadi korban,” ujar seorang ibu yang memilih tidak disebutkan namanya. Para orang tua berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret, tidak hanya janji.

Harapan ke Depan

Insiden ini menjadi momentum bagi legislatif untuk mendorong perubahan kebijakan dalam pemeliharaan sarana pendidikan. Komisi E berencana memanggil Dinas Pendidikan beserta jajaran terkait dalam rapat kerja pekan depan untuk membahas data yang diminta dan merumuskan langkah penanganan jangka pendek maupun panjang. Selain itu, dewan juga akan mengusulkan penambahan anggaran perbaikan dan perawatan gedung sekolah dalam APBD Perubahan, mengingat pentingnya jaminan keselamatan lingkungan belajar.

Beberapa pihak juga menyerukan perlunya standar inspeksi berkala yang ketat terhadap seluruh bangunan publik, tidak hanya sekolah, termasuk puskesmas dan kantor kelurahan yang banyak berdiri dengan usia tua. Momen ini diharapkan menjadi cambuk bagi semua pemangku kepentingan untuk tidak abai pada infrastruktur dasar yang menopang aktivitas masyarakat, khususnya generasi penerus.

Saat artikel ini ditulis, lokasi ambruknya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 masih dipasangi garis polisi. Proses pendataan terus berlangsung, sementara para siswa yang bersekolah di sana terpaksa diliburkan sementara menunggu kepastian. Publik menanti realisasi janji transparansi data dan perbaikan nyata, karena sejatinya, keselamatan anak-anak adalah cerminan komitmen pembangunan sebuah kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User