DPR Dukung Langkah Purbaya Perkuat Modal Himbara

Jakarta, Patokan – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, yang diwakili oleh Wakil Menteri BUMN,...

Aug 07, 2026 - 17:09
0 1
DPR Dukung Langkah Purbaya Perkuat Modal Himbara

Jakarta, Patokan – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, yang diwakili oleh Wakil Menteri BUMN, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam upaya menyuntikkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah strategis ini dinilai krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini berada di atas lima persen.

Anggota Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, penguatan permodalan perbankan pelat merah merupakan salah satu kunci utama untuk memastikan sektor riil tetap bergerak, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. "Kami di DPR RI melihat bahwa suntikan dana SAL ke Himbara adalah langkah yang tepat dan perlu didukung. Ini bukan sekadar menambah modal, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan fiskal dan moneter kita," ujar Misbakhun dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (18/6/2024).

Alasan Strategis Penyuntikan Dana SAL

Misbakhun menjelaskan, keputusan untuk menggunakan dana SAL yang selama ini mengendap di kas negara merupakan kebijakan yang cerdas. Dana tersebut, jika hanya dibiarkan, tidak akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Dengan menyuntikkannya ke Himbara, yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, maka dana tersebut dapat diputar untuk membiayai berbagai program prioritas pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, hingga program hilirisasi industri.

"SAL itu kan uang negara yang idle. Daripada menganggur, lebih baik digunakan untuk memperkuat permodalan bank BUMN. Dengan modal yang lebih kuat, bank-bank ini bisa menyalurkan kredit lebih banyak, dengan bunga yang lebih kompetitif, sehingga bisa mendorong investasi dan konsumsi," tambahnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar itu menyoroti pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Ia menilai, target tersebut bukan sekadar angka, melainkan kebutuhan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Pertumbuhan ekonomi yang sehat akan berdampak pada daya beli masyarakat. Jika daya beli naik, maka roda ekonomi akan berputar lebih cepat. Ini yang harus kita jaga bersama," tegasnya.

Dampak Positif bagi Sektor Perbankan dan Perekonomian

Dari sisi perbankan, penyuntikan dana SAL akan meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) bank-bank Himbara. Dengan CAR yang lebih tinggi, bank memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk menyalurkan kredit tanpa harus khawatir melanggar ketentuan regulator. Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri perbankan nasional.

Selain itu, penguatan modal ini juga akan membantu Himbara dalam menghadapi potensi risiko kredit yang meningkat, terutama setelah pandemi COVID-19. Meskipun perekonomian sudah pulih, namun sejumlah sektor masih membutuhkan dukungan pembiayaan. Dengan modal yang kuat, Himbara dapat lebih fleksibel dalam memberikan restrukturisasi kredit kepada debitur yang membutuhkan.

Misbakhun juga mengingatkan agar penggunaan dana SAL ini dilakukan dengan tata kelola yang baik dan transparan. Ia meminta agar BUMN dan Kementerian Keuangan memastikan bahwa setiap rupiah yang disuntikkan benar-benar digunakan untuk tujuan yang produktif dan tidak menimbulkan moral hazard. "Kami di DPR akan terus mengawal proses ini. Pastikan tidak ada penyimpangan, karena ini menyangkut uang rakyat," tegasnya.

Dukungan DPR ini diharapkan dapat mempercepat realisasi kebijakan tersebut. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga telah memberikan sinyal positif terkait penggunaan SAL untuk penguatan BUMN. Dengan adanya dukungan dari legislatif, diharapkan proses administrasi dan persetujuan dapat berjalan lancar, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh perekonomian nasional.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Di tengah gejolak ekonomi global, perbankan yang kuat akan menjadi benteng terakhir untuk melindungi perekonomian domestik. Oleh karena itu, kebijakan ini dinilai sebagai langkah antisipatif yang bijak.

Ke depan, Misbakhun berharap agar Himbara tidak hanya fokus pada penyaluran kredit, tetapi juga pada inovasi produk dan layanan digital. Dengan demikian, perbankan BUMN dapat bersaing di era digital dan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. "Jangan hanya jadi penyalur kredit, tapi juga harus jadi agen perubahan dalam transformasi digital keuangan," pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari DPR, diharapkan rencana penyuntikan dana SAL ini dapat segera terealisasi. Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini berada di jalur yang positif. Pemerintah dan DPR berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat dan pro-pertumbuhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User