Destry Damayanti Sowan Presiden Prabowo, Sinyal Penguatan Sinergi Moneter-Fiskal

JAKARTA — Suasana Istana Kepresidenan Jakarta tampak lebih sibuk dari biasanya pada Senin siang. Penjabat sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, tiba dengan iringan beberapa pejab...

Jul 28, 2026 - 08:23
0 0
Destry Damayanti Sowan Presiden Prabowo, Sinyal Penguatan Sinergi Moneter-Fiskal

JAKARTA — Suasana Istana Kepresidenan Jakarta tampak lebih sibuk dari biasanya pada Senin siang. Penjabat sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, tiba dengan iringan beberapa pejabat tinggi bank sentral untuk menggelar pertemuan penting bersama Presiden Prabowo Subianto. Langkah kaki yang pasti dan ekspresi serius para petinggi moneter itu seolah mengisyaratkan bahwa agenda yang akan dibahas bukanlah hal ringan. Di antara rombongan, tampak pula sosok Thomas Djiwandono yang dikenal sebagai salah satu deputi senior BI, menambah bobot substansi dari lawatan tersebut.

Tidak ada keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media sebelum pertemuan dimulai. Namun, berbagai kalangan menduga rapat terbatas ini berkisar pada upaya memperkuat bauran kebijakan di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergolak. Destry, yang didapuk menjadi orang nomor satu sementara di BI selepas berakhirnya masa jabatan Gubernur definitif, tampaknya ingin memastikan bahwa arah kebijakan bank sentral selaras dengan visi besar pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.

Sejumlah Isu Krusial di Atas Meja

Seorang sumber yang dekat dengan lingkaran pembuat kebijakan mengungkapkan bahwa agenda utama pertemuan adalah menyelaraskan persepsi tentang kondisi terkini perekonomian nasional. Inflasi yang mulai menunjukkan tren penurunan namun tetap rentan terhadap gejolak harga pangan dan energi, menjadi salah satu poin diskusi. Presiden Prabowo disebut ingin mendengar langsung proyeksi BI terhadap inflasi inti dan langkah-langkah yang disiapkan untuk meredam tekanan dari sisi penawaran.

Selain inflasi, nilai tukar rupiah juga tak luput dari perhatian. Pergerakan mata uang Garuda yang masih dibayangi ketidakpastian suku bunga global dan tensi geopolitik menjadi perhatian bersama. Thomas Djiwandono, yang membidangi kebijakan moneter dan sistem pembayaran, diyakini memaparkan perkembangan terbaru intervensi BI di pasar valas serta instrumen pendalaman pasar keuangan. "Koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal adalah kunci agar rupiah tetap stabil tanpa mengorbankan cadangan devisa secara berlebihan," tutur seorang ekonom Universitas Indonesia yang enggan disebut namanya.

Di sisi lain, dinamika pertumbuhan kredit juga menjadi sorotan. Data terakhir menunjukkan permintaan kredit korporasi mulai menggeliat, namun segmen UMKM masih memerlukan dorongan lebih. Destry Damayanti dalam beberapa kesempatan sebelumnya memang kerap menekankan pentingnya kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mempercepat pemulihan sektor riil. Pertemuan dengan Presiden kali ini diduga akan menghasilkan arahan mengenai pelonggaran aturan tertentu untuk menggenjot intermediasi perbankan.

Momen Krusial bagi Kepemimpinan Destry

Penunjukan Destry sebagai Penjabat sementara Gubernur BI menempatkannya di bawah sorotan tajam. Mantan Deputi Senior yang sudah malang melintang di bank sentral ini harus memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus sembari menjaga kredibilitas institusi. Langkahnya menemui Presiden secara langsung bisa dimaknai sebagai upaya membangun jembatan komunikasi yang kokoh antara dua lembaga strategis. Apalagi, dalam sejarahnya, hubungan BI dan pemerintah kerap mengalami pasang surut, terutama ketika terjadi perbedaan pandangan tentang prioritas kebijakan.

Kehadiran Thomas Djiwandono menambah dimensi lain. Sebagai figur yang cukup lama berada di lingkar terdekat pengambil keputusan moneter, ia membawa perspektif historis dan teknis yang mendalam. Kombinasi Destry dan Thomas dalam pertemuan itu seakan merepresentasikan perpaduan antara pengalaman lapangan dan pemahaman akademis yang mumpuni. Sejumlah pengamat menilai duet ini mampu menjadi motor penggerak sinergi yang lebih solid dibanding era sebelumnya.

Dari kaca mata politik, pertemuan ini juga sarat makna. Presiden Prabowo yang baru memasuki tahun kedua pemerintahannya tengah berusaha memenuhi janji pertumbuhan ekonomi tinggi. Sementara itu, BI sebagai penjaga stabilitas harus tetap berjalan di jalur independen agar tak kehilangan kepercayaan pasar. Maka, pembicaraan empat mata antara Destry dan Presiden diharapkan menghasilkan pemahaman bersama: stabilitas tanpa pertumbuhan akan hampa, namun pertumbuhan tanpa stabilitas akan semu.

Pesannya untuk Pasar dan Pelaku Usaha

Pasar keuangan biasanya merespons cepat setiap sinyal yang muncul dari Istana. Begitu kabar pertemuan ini merebak, indeks saham dan obligasi sempat bergerak variatif. Pelaku pasar menanti pernyataan resmi pasca-rapat, terutama mengenai arah suku bunga acuan BI dan komitmen fiskal pemerintah. "Jika sinergi ini berlanjut, investor akan melihat Indonesia sebagai negara dengan manajemen ekonomi yang terkoordinasi baik," kata seorang analis dari Jakarta.

Sementara itu, pelaku usaha khususnya di sektor manufaktur dan perdagangan berharap ada insentif lanjutan, baik dari sisi moneter maupun fiskal. Kemudahan akses kredit dan suku bunga rendah adalah dua hal yang paling ditunggu. Destry diyakini akan menyampaikan masukan dari kalangan dunia usaha kepada Presiden agar paket kebijakan yang disusun bisa lebih tepat sasaran. Pertemuan ini mungkin juga menyinggung rencana penerbitan obligasi ritel dan pengelolaan utang pemerintah yang harus selaras dengan kondisi likuiditas pasar.

Dengan segala ekspektasi yang menggunung, publik kini menanti hasil konkret dari pertemuan di balik pintu tertutup itu. Apakah akan lahir kebijakan moneter baru, atau justru penguatan kerangka koordinasi antara BI dan pemerintah lewat forum-forum regular? Yang pasti, langkah Destry Damayanti menuju Istana bersama Thomas Djiwandono bukan sekadar rutinitas protokoler. Ini adalah isyarat bahwa di tengah hantaman badai global, nahkoda sementara bank sentral memilih untuk menggandeng erat kemudi pemerintahan agar kapal ekonomi Indonesia tetap melaju di jalur yang benar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User