Desakan Pelebaran Jalan, Warga Bojonegara Tutup Akses Utama
Ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, melampiaskan kekecewaan dengan menutup total Jalan Bojonegara-Puloampel pada Senin (27/7) pagi. Aksi itu menjadi pun...
Ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, melampiaskan kekecewaan dengan menutup total Jalan Bojonegara-Puloampel pada Senin (27/7) pagi. Aksi itu menjadi puncak frustrasi setelah bertahun-tahun menanti pelebaran jalan yang dinilai krusial bagi keselamatan dan pergerakan ekonomi warga. Arus kendaraan dari arah Pelabuhan Bojonegara dan kawasan industri sekitar lumpuh lebih dari empat jam, memaksa aparat keamanan dan pejabat pemerintah setempat bergegas menuju lokasi untuk menenangkan massa.
Kesabaran yang Tergerus
Jalan Bojonegara-Puloampel selama ini menjadi urat nadi penghubung permukiman dengan pusat ekonomi di pesisir utara Serang. Namun, lebar badan jalan yang hanya sekitar lima meter tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus membengkak. Truk-truk besar pengangkut hasil tambang, kontainer, dan material industri setiap hari melintas, sering kali berpapasan dengan sepeda motor dan pejalan kaki di ruang yang sangat sempit. Warga setempat mencatat, dalam tiga tahun terakhir setidaknya terjadi delapan kecelakaan fatal akibat kendaraan berat yang tidak bisa bermanuver dengan aman. Sutarno, seorang petani yang rumahnya hanya dua meter dari bahu jalan, mengaku setiap hari dihantui rasa cemas. “Anak-anak kami harus berangkat sekolah dengan menempel pagar, karena trotoar saja tidak ada. Kalau ada truk gandeng lewat, debu dan getarannya merusak rumah,” ujarnya lirih.
Desakan pelebaran sebenarnya sudah disuarakan sejak 2021 melalui musyawarah desa dan audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang. Pada 2023, pemerintah daerah bahkan telah memasukkan proyek tersebut ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dengan alokasi anggaran tahap awal. Namun, hingga pertengahan 2026, belum ada satu pun alat berat yang masuk ke lokasi. Informasi yang beredar di kalangan warga menyebutkan bahwa proyek itu tersendat akibat pembebasan lahan yang berbelit dan revisi desain drainase. Ketidakpastian inilah yang akhirnya memicu aksi nekat penutupan jalan.
Kronologi Aksi Blokade
Sejak pukul 06.30 WIB, warga mulai berdatangan ke titik strategis di simpang Desa Argawana. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Jangan Matikan Harapan Kami, Lebarkan Jalan Sekarang” dan “Bertahun-tahun Berjanji, Nyawa Jadi Taruhan.” Beberapa pemuda menutup badan jalan dengan meletakkan batu, balok kayu, dan drum bekas, sementara ibu-ibu duduk membentangkan tikar di tengah aspal. Sekitar 200 orang terlibat dalam aksi yang berlangsung damai namun tegang tersebut. Petugas Polsek Bojonegara yang tiba di lokasi memilih berjaga di perimeter tanpa upaya pembubaran paksa. Mereka memediasi komunikasi antara perwakilan warga dan Camat Bojonegara, Heri Kusnadi, yang datang setengah jam kemudian.
“Kami paham betul keresahan warga. Ini sudah menjadi catatan saya sejak menjabat, dan hari ini saya dengar langsung jeritan hati bapak-ibu sekalian,” kata Heri di hadapan massa melalui pengeras suara. Dalam dialog alot sekitar satu jam, warga mengajukan tiga tuntuan utama: agar Bupati Serang menetapkan status darurat infrastruktur untuk ruas jalan tersebut, memastikan pembebasan lahan selesai dalam dua bulan, dan memulai konstruksi fisik sebelum akhir tahun 2026. Camat menyanggupi untuk membawa tuntutan tersebut ke bupati pada hari yang sama. Sekitar pukul 11.00 WIB, setelah ada kepastian jadwal pertemuan lanjutan di Pendopo Kabupaten, massa secara sukarela membersihkan material penutup jalan dan lalu lintas kembali mengalir.
Respons dan Komitmen Baru
Menanggapi peristiwa itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Serang, Rina Marlina, melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa pihaknya telah menuntaskan proses lelang pada awal Juli 2026. “Kontraktor sudah ditunjuk, dan kami sedang menyelesaikan administrasi lapangan. Pekan depan tim akan mulai melakukan pengukuran ulang dan sosialisasi ganti rugi lahan kepada 47 pemilik bidang yang terdampak,” jelasnya. Menurut Rina, pelebaran akan menambah badan jalan menjadi 12 meter dengan dua lajur utama dan satu jalur lambat di sisi permukiman. Proyek senilai Rp 48 miliar itu ditargetkan rampung dalam 18 bulan setelah dimulainya konstruksi.
Warga yang sempat putus asa kini menyimpan secercah harapan baru, meski tidak sepenuhnya yakin. Marwiyah, seorang pedagang warung yang kerap menjadi saksi kecelakaan di depan tokonya, berkata, “Kami hanya ingin hidup lebih tenang dan anak-anak tidak takut lagi menyeberang. Kalau kali ini benar-benar dikerjakan, kami akan jadi saksi perubahan itu.” Ia menambahkan, aksi tersebut adalah yang pertama dan ia berharap menjadi yang terakhir kalinya warga harus mengorbankan waktu dan tenaga demi sebuah janji yang semestinya ditepati.
Jalan Menuju Kemakmuran
Ruas Bojonegara-Puloampel bukan sekadar jalur lokal, melainkan simpul logistik yang menghubungkan Pelabuhan Bojonegara dengan kawasan industri baja dan petrokimia di Cilegon. Jika pelebaran terwujud, waktu tempuh dari pelabuhan ke gerbang tol Serang Timur diperkirakan bisa terpangkas hingga 40 persen. Selain itu, akses warga ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan akan jauh lebih manusiawi. Roda perekonomian desa—yang kini bertumpu pada pertanian kecil dan jasa informal—pun berpeluang berkembang seiring masuknya investasi turunan yang mensyaratkan infrastruktur memadai.
Aksi penutupan jalan di Bojonegara ini menjadi cermin bahwa pembangunan yang tertunda tidak hanya merugikan neraca keuangan daerah, tetapi juga mempertaruhkan nyawa dan kesejahteraan warga. Kini, mata publik tertuju pada Pemkab Serang untuk membuktikan bahwa komitmen yang diucapkan di tengah blokade aspal panas tidak akan kembali menjadi angin lalu. Warga berjanji akan mengawal tiap tahap hingga alat berat benar-benar bergerak dan klakson panjang truk tidak lagi menjadi pertanda ancaman, melainkan bagian dari denyut ekonomi yang memakmurkan semua pihak.
Comments (0)