Demokrat Dorong Penataan Situ Ciwaka Jadi Destinasi Wisata Hijau
Kiprah penataan kawasan perairan di tengah kota kembali mengemuka di Kota Serang, Banten. Partai Demokrat setempat mendorong agar Situ Ciwaka ditata ulang menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman dan l...
Kiprah penataan kawasan perairan di tengah kota kembali mengemuka di Kota Serang, Banten. Partai Demokrat setempat mendorong agar Situ Ciwaka ditata ulang menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman dan layak dikunjungi, seiring meningkatnya kebutuhan warga akan ruang publik yang sehat dan asri. Gagasan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali aset lingkungan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Dorongan tersebut muncul dari kesadaran bahwa danau kecil atau situ di wilayah perkotaan menyimpan peran ganda. Di satu sisi, keberadaannya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menjadi pengendali banjir alami bagi kawasan sekitarnya. Di sisi lain, potensinya sebagai tempat rekreasi dan sarana interaksi sosial warga selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Mendorong Fungsi Ganda Kawasan Perairan
Menurut pandangan yang disuarakan para kader partai berlambang mercy itu, penataan Situ Ciwaka tidak boleh berhenti pada urusan estetika semata. Penataan diharapkan mencakup aspek kebersihan air, pengamanan bantaran, hingga penyediaan fasilitas pendukung seperti jalur pejalan kaki, area duduk, dan penerangan yang memadai. Seluruh unsur itu harus direncanakan secara matang agar hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dengan penataan yang menyeluruh, situ yang selama ini terkesan kurang terurus dapat bertransformasi menjadi titik kumpul warga. Anak-anak bisa bermain dengan aman, warga lanjut usia bisa berolahraga ringan di pagi hari, dan keluarga bisa menghabiskan akhir pekan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota. Kehadiran ruang seperti ini juga berpotensi menumbuhkan rasa memiliki di antara warga sekitar.
Menjawab Kebutuhan Ruang Publik Warga
Keterbatasan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan memang menjadi persoalan klasik yang hampir dialami seluruh kota besar di Indonesia. Kepadatan bangunan kerap mengalahkan kebutuhan akan paru-paru kota yang sehat. Dalam konteks inilah dorongan penataan Situ Ciwaka menemukan relevansinya yang kuat sebagai jawaban atas kerinduan warga akan ruang terbuka yang berkualitas.
Kehadiran ruang terbuka hijau di tengah permukiman membawa dampak positif yang luas. Mulai dari kualitas udara yang lebih baik, penurunan suhu lingkungan, hingga peningkatan kesehatan mental masyarakat yang kerap dilupakan dalam perencanaan kota. Semua manfaat itu merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya bisa dinikmati lintas generasi, bukan sekadar proyek sesaat.
Tak hanya itu, ruang publik yang tertata baik juga berpotensi menggerakkan ekonomi warga sekitar. Kehadiran pengunjung dapat membuka peluang usaha kecil seperti warung makanan, penyewaan peralatan bermain, hingga jasa fotografi. Dengan demikian, penataan kawasan perairan bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif.
Peluang Menjadi Magnet Wisata Lokal
Jika pengelolaan dilakukan dengan sungguh-sungguh, Situ Ciwaka berpeluang menjelma menjadi destinasi wisata lokal yang membanggakan. Keindahan permukaan air yang tenang, ditambah lanskap hijau di sekitarnya, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kota Serang maupun pengunjung dari luar daerah. Citra positif ini sekaligus dapat memperkuat identitas kota di mata publik.
Secara ideal, kawasan ini dapat dikembangkan menjadi ruang terpadu yang memadukan fungsi konservasi air, rekreasi, dan pendidikan lingkungan. Taman edukasi sederhana, misalnya, dapat dihadirkan untuk mengenalkan anak-anak pada pentingnya menjaga ekosistem perairan. Nilai tambah semacam inilah yang membedakan sebuah ruang publik biasa dengan ruang publik yang benar-benar hidup.
Sinergi dan Tantangan di Lapangan
Ke depan, agenda penataan ini membutuhkan sinergi lintas pihak. Dukungan pemerintah daerah, baik dari sisi anggaran maupun regulasi, menjadi kunci agar rencana tidak berhenti pada wacana belaka. Keterlibatan warga dan komunitas peduli lingkungan juga diperlukan agar hasil penataan dapat dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.
Meski demikian, sejumlah tantangan tetap mengintai di lapangan. Persoalan sedimentasi, pencemaran dari limbah rumah tangga, hingga kejelasan status lahan menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Semua hambatan itu menuntut pendekatan yang cermat dan keterbukaan dari seluruh pemangku kepentingan.
Partai Demokrat Kota Serang menegaskan kesiapan untuk mengawal proses penataan tersebut hingga terwujud. Dorongan ini juga diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah agar kawasan Situ Ciwaka tidak lagi dipandang sebelah mata. Konsistensi antara wacana dan eksekusi menjadi ukuran keseriusan semua pihak yang terlibat.
Pada akhirnya, penataan Situ Ciwaka adalah cermin dari cara sebuah kota memperlakukan warganya. Ketika ruang terbuka hijau dirawat dan dihidupkan, kota itu sedang menanam harapan bagi masa depannya sendiri. Kini tinggal bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan, demi ruang publik yang lebih sehat, indah, dan bermakna bagi semua.




Comments (0)