Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

DELHI — Xi Jinping Hadiri KTT BRICS Saat Hubungan India-Tiongkok Membaik

Presiden Tiongkok Xi Jinping menerima penyambutan karpet merah yang megah saat tiba di New Delhi, India, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) k

DELHI — Xi Jinping Hadiri KTT BRICS Saat Hubungan India-Tiongkok Membaik

Presiden Tiongkok Xi Jinping menerima penyambutan karpet merah yang megah saat tiba di New Delhi, India, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kelompok negara berkembang BRICS. Momen bersejarah ini menjadi simbol rekonsiliasi yang sangat dinantikan setelah bentrokan militer mematikan di perbatasan kedua negara pada tahun 2020 lalu. Di tengah dinamika politik global yang diwarnai oleh melemahnya dominasi Amerika Serikat, kedua raksasa Asia ini menampilkan ikatan diplomatik yang mencair meski tetap bersaing secara halus untuk memimpin blok perserikatan tersebut.

Saat melangkah turun dari pesawat kepresidenan, Presiden Xi Jinping disambut langsung oleh jajaran kehormatan prajurit militer India serta pertunjukan tari tradisional berwarna-warni. Berdasarkan agenda resmi, pemimpin Tiongkok tersebut dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Perdana Menteri India Narendra Modi dan para pemimpin anggota BRICS lainnya sebelum memulai sesi rapat pleno KTT dua hari tersebut.

Kronologi Normalisasi Hubungan India dan Tiongkok

Proses pemulihan hubungan antara New Delhi dan Beijing tidak terjadi secara instan, melainkan melalui serangkaian negosiasi intensif di tingkat militer dan diplomatik. Berikut adalah garis waktu ketegangan hingga rekonsiliasi kedua negara:

  1. Juni 2020: Bentrokan fisik berdarah pecah di Lembah Galwan, wilayah perbatasan Himalaya yang disengketakan. Insiden ini menewaskan setidaknya 20 prajurit India dan 4 tentara Tiongkok, yang mengakibatkan pembekuan hubungan diplomatik, pembatasan investasi, serta penghentian penerbangan langsung.
  2. 2021–2023: Kedua pihak menggelar lebih dari 20 putaran dialog tingkat komandan korps militer untuk meredakan ketegangan di sepanjang Garis Kontrol Nyata (LAC) dan menarik pasukan dari zona depan.
  3. Awal 2024: India dan Tiongkok mencapai kesepakatan tata cara patroli batas negara, yang membuka jalan bagi pemulihan visa perjalanan bisnis dan pembicaraan perdagangan.
  4. September 2026: Kedatangan Presiden Xi Jinping di New Delhi dengan penyambutan karpet merah menandai titik balik utama dalam normalisasi penuh hubungan bilateral kedua negara.

Analisis Geopolitik: Pragmatisme di Tengah Ketidakpastian Global

Normalisasi hubungan antara New Delhi dan Beijing dipandang para analis sebagai langkah strategis yang didorong oleh kebutuhan ekonomi dan dinamika tatanan dunia baru. Blok BRICS—yang kini mencakup negara-negara kekuatan ekonomi baru—semakin memperkuat posisinya sebagai penyeimbang pengaruh Barat.

"Penyambutan hangat terhadap Xi Jinping di New Delhi bukan sekadar formalitas protokol diplomatik, melainkan sinyal jelas bahwa India dan Tiongkok memilih pragmatisme ekonomi dan stabilitas regional dibanding mempertahankan perselisihan masa lalu," ungkap Prof. Rajesh Kumar, pakar studi geostrategis Asia Selatan.

Meskipun demikian, persaingan terselubung untuk memperebutkan pengaruh di kawasan Global South tetap tidak terhindarkan. Tiongkok terus mendorong agenda dedolarisasi dan perluasan infrastruktur global, sementara India memosisikan diri sebagai jembatan netral antara negara berkembang dan negara-negara maju Barat.

Perbandingan Indikator Utama India dan Tiongkok

Sebagai dua pilar utama dalam BRICS, India dan Tiongkok memiliki bobot demografi dan ekonomi yang sangat signifikan dalam menentukan arah kebijakan blok tersebut. Berikut adalah perbandingan data kedua negara:

Kategori Indikator Republik Rakyat Tiongkok Republik India
Jumlah Populasi 1,41 Miliar jiwa 1,43 Miliar jiwa
Estimasi PDB (Nominal) $19,5 Triliun $4,1 Triliun
Fokus Utama di BRICS Reformasi Sistem Keuangan & Dedolarisasi Kepemimpinan Global South & Perdagangan Lokal
Status Perbatasan (LAC) Pengurangan Pasukan Bertahap Patroli Terkoordinasi & Penjagaan Stabilitas

Implikasi Bagi Perkembangan Blok BRICS

Rekonsiliasi India dan Tiongkok memberikan dampak positif langsung terhadap soliditas BRICS. Selama beberapa tahun terakhir, perbedaan pendapat antara Beijing dan New Delhi kerap dimanfaatkan pihak luar untuk mempertanyakan efektivitas blok ini. Dengan meredanya tensi bilateral, BRICS diperkirakan bakal lebih agresif dalam mengusung agenda reformasi lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF.

KTT di New Delhi ini diharapkan menghasilkan kesepakatan penting terkait penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antaranggota serta perluasan skema investasi pembangunan infrastruktur berbasis kearifan lokal. Langkah ini mengonfirmasi bahwa kendati kompetisi internal tetap ada, kerja sama multilateral tetap menjadi prioritas utama kedua negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer6
TENTANG PENULIS writer6

Bacaan Terkait

Comments (0)

User