Dar, Dar, Dar! Sudaryono Pecat 270 Pegawai BGN
Jakarta – Dunia maya dihebohkan oleh video singkat yang memperlihatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menginjak pedal gas mobilnya sambil meneriakkan kata “Dar, dar, dar!”. Tak dis...
Jakarta – Dunia maya dihebohkan oleh video singkat yang memperlihatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menginjak pedal gas mobilnya sambil meneriakkan kata “Dar, dar, dar!”. Tak disangka, suara deru mesin itu menjadi metafora bagi langkah tegas yang langsung ia ambil: memberhentikan ratusan pegawai di lembaga yang dipimpinnya.
Dalam tayangan berdurasi kurang dari satu menit yang tersebar luas di media sosial, Sudaryono secara lugas mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap total 270 orang. Rinciannya, sebanyak sembilan orang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dipecat dengan tidak hormat, sedangkan 261 tenaga non-ASN diberhentikan dari seluruh rangkaian penugasan. Keputusan ini berlaku seketika dan mencakup pegawai di kantor pusat maupun perwakilan daerah.
Akar Masalah dan Proses Evaluasi
Tindakan drastis ini bukan tanpa dasar. Sudaryono yang dikenal sebagai pemimpin bergaya milenial dan blak-blakan, sebelumnya telah berulang kali menyoroti rendahnya produktivitas dan integritas internal BGN. Sumber internal menyebutkan, audit yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal bersama tim independen menemukan sejumlah pelanggaran mencolok. Bagi para ASN yang dipecat, temuan mencakup praktik absensi fiktif, pemalsuan laporan kegiatan, serta penyalahgunaan anggaran operasional yang merugikan negara. Sementara itu, mayoritas tenaga non-ASN dihentikan karena kinerja di bawah standar minimal yang sudah ditetapkan dalam kontrak kerja terbaru.
“Kami sudah memberi waktu dan kesempatan pembinaan. Tapi ada batas toleransi. Ini soal tanggung jawab terhadap uang rakyat,” ujar Sudaryono dalam penggalan video yang viral dengan tagar #DarDarDarBGN. Ia menolak menyebut nama-nama secara publik, tetapi memastikan proses telah sesuai aturan kepegawaian dan ketenagakerjaan.
Profil BGN dan Konteks Reformasi
Badan Gizi Nasional merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang dibentuk pada awal 2023 untuk mengakselerasi penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Dengan total pegawai sekitar 3.500 orang yang tersebar di 34 provinsi, pemangkasan 270 personel memang hanya sekitar 7,7 persen dari kekuatan total. Namun, langkah ini tetap tergolong berani mengingat BGN sedang gencar menjalankan program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita di daerah terpencil.
Kepala Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Dr. Andi Prasetyo, menilai bahwa pembersihan internal seperti ini wajar dan justru sudah lama dinantikan. “Banyak lembaga negara yang terlalu gemuk dan tidak efisien. Jika ingin bekerja cepat dan tepat, harus ada seleksi ketat. Pemecatan ini sinyal bagus, asal diikuti rekrutmen baru yang transparan,” katanya.
Respons Publik dan Pegawai
Unggahan video Sudaryono langsung memicu pro dan kontra. Di satu sisi, warganet banyak yang memberikan dukungan, menganggap aksi “tancap gas” tersebut sebagai simbol keberanian memberantas budaya santai di birokrasi. Tagar #ThanksSudaryono sempat masuk dalam daftar trending topic Twitter Indonesia. Namun, tidak sedikit pula yang menyuarakan kekhawatiran, terutama dari kalangan keluarga pegawai non-ASN yang tiba-tiba kehilangan mata pencaharian.
Serikat Pekerja BGN menyatakan akan mengajukan audiensi dengan manajemen untuk mempertanyakan dasar pemberhentian sepihak tersebut. “Kami mendukung upaya perbaikan, tapi jangan sampai hak-hak normatif pekerja diabaikan. Harus jelas pesangon dan kompensasi bagi yang terkena dampak,” ujar Ketua Serikat Pekerja BGN, Ratna Dewi, melalui keterangan tertulis. Pihak BGN sendiri berjanji akan memenuhi kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan.
Rencana ke Depan dan Dampak Layanan
Meski begitu, Sudaryono memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu. Ia menginstruksikan seluruh kepala unit untuk segera melakukan redistribusi tugas dan memanfaatkan teknologi digital guna menutup celah tenaga yang ditinggalkan. Rekrutmen terbuka untuk tenaga kontrak baru berbasis kinerja akan dibuka dalam waktu dekat, dengan skema evaluasi tiga bulanan yang lebih ketat.
“Ini bukan akhir, melainkan awal dari BGN yang lebih lincah dan akuntabel. Kami ingin setiap rupiah yang dikeluarkan untuk program gizi benar-benar sampai ke sasaran, bukan habis di meja-meja yang tidak produktif,” tegas Sudaryono di akhir video. Pernyataan itu sekaligus menjadi penutup dari satu episode penuh kejutan di lembaga yang selama ini jarang menjadi sorotan publik tersebut. Kini, semua mata tertuju pada realisasi janji perbaikan struktural yang diusung sang pemimpin muda itu.
Comments (0)