Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

CORRIENTES — Dokter Kandungan Bayar 30 Juta Peso Selesaikan Kasus Kekerasan

Pengadilan Pidana Corrientes, Argentina, resmi mengesahkan kesepakatan ganti rugi finansial sebesar 30 juta peso Argentina antara mantan dokter spesialis g

CORRIENTES — Dokter Kandungan Bayar 30 Juta Peso Selesaikan Kasus Kekerasan

Pengadilan Pidana Corrientes, Argentina, resmi mengesahkan kesepakatan ganti rugi finansial sebesar 30 juta peso Argentina antara mantan dokter spesialis ginekologi, Gerardo Alejandro Dahse, dengan korban kekerasan seksual. Langkah hukum ini secara resmi menghentikan tuntutan pidana terhadap terdakwa atas kasus pemerkosaan yang terjadi pada tahun 2008 silam, sehingga ia terbebas dari ancaman hukuman penjara tambahan.

Meski berhasil menghentikan proses persidangan pada kasus kedua ini, Dahse yang kini berusia 60 tahun tidak serta-merta bebas dari kurungan fisik. Saat ini, ia tetap harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Unidad Penal N° 6) Corrientes untuk menjalani hukuman 7 tahun penjara atas vonis kekerasan seksual berat terhadap pasien lain yang dilakukannya pada masa pandemi Covid-19.

Rekam Jejak Kejahatan dan Vonis Pertama

Gerardo Alejandro Dahse sebelumnya dikenal sebagai salah satu dokter spesialis obstetri dan ginekologi terkemuka di wilayah Corrientes. Namun, reputasi profesionalnya hancur setelah serangkaian dugaan kejahatan seksual yang melibatkan para pasiennya terkuak ke publik.

Berikut adalah urutan kejadian dan perjalanan hukum kasus kekerasan seksual yang melibatkan Gerardo Alejandro Dahse:

  1. Tahun 2008: Terjadi tindakan kekerasan seksual dengan penetrasi (*abuso sexual con acceso carnal*) yang dilakukan Dahse terhadap seorang pasien wanita di tempat praktiknya. Kasus ini sempat tertunda selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dinaikkan ke persidangan.
  2. Masa Pandemi Covid-19: Dahse kembali melakukan kejahatan seksual kategori berat (*abuso sexual gravemente ultrajante*) terhadap pasien lain saat sesi pemeriksaan medis.
  3. Tahun 2021–2022: Korban kasus masa pandemi melaporkan aksi keji dokter tersebut kepada pihak berwenang, menginisiasi proses penyelidikan hukum skala besar.
  4. Vonis Kasus Pertama: Empat tahun lalu, pengadilan memutuskan Dahse bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara efektif selama 7 tahun serta sanksi pencabutan izin praktik medis secara permanen (*inhabilitación perpetua*).
  5. Senin, 14 Oktober: Persidangan untuk kasus tahun 2008 resmi dibuka di Pengadilan Oral Pidana No. 2 Corrientes, di mana pihak terdakwa mengajukan usulan penyelesaian finansial.

Mekanisme Perbaikan Integral 30 Juta Peso

Dalam proses persidangan di Pengadilan Oral Pidana No. 2 Corrientes minggu ini, tim penasihat hukum Dahse menyodorkan skema pemulihan hak atau yang dikenal dalam sistem hukum setempat sebagai reparación integral. Skema ini memungkinkan terdakwa menyelesaikan tuntutan hukum dengan memberikan kompensasi finansial langsung kepada korban.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Dahse sepakat menyerahkan dana sebesar 30.000.000 peso Argentina kepada korban. Korban bersama tim kuasa hukumnya (*querella*) memutuskan untuk menerima penawaran tersebut guna menyelesaikan sengketa hukum yang berlarut-larut sejak 16 tahun lalu.

"Majelis Hakim Pengadilan Oral Pidana No. 2 mengesahkan (*homologación*) perjanjian perbaikan integral tersebut. Setelah pembayaran dilaksanakan secara penuh, hak penuntutan pidana dianggap gugur dan terdakwa tidak mendapatkan hukuman pidana baru atas perkara ini."

Penolakan Jaksa Penuntut dan Kontroversi Hukum

Keputusan penyelesaian perkara kejahatan seksual melalui transaksi keuangan ini menuai penolakan keras dari pihak kejaksaan. Perwakilan Kementerian Hukum yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum, Jorge Omar Semhan, secara tegas menentang pengesahan perjanjian ganti rugi tersebut di hadapan majelis hakim.

Jaksa Jorge Omar Semhan menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual berulang yang dilakukan oleh seorang tenaga medis profesional semestinya diselesaikan melalui proses peradilan pidana hingga tuntas. Pihak kejaksaan menilai pemberian hukuman fisik sangat penting untuk memberikan efek jera serta menegakkan keadilan bagi masyarakat.

Namun, majelis hakim memilih untuk mengabulkan permohonan penyelesaian damai tersebut setelah mendengarkan kesaksian dan persetujuan langsung dari pihak korban. Kendati tuntutan pidana kasus 2008 dinyatakan gugur, posisi hukum Dahse tetap terikat pada sanksi sebelumnya:

  • Eksekusi Penjara Berjalan: Dahse tetap mendekam di Penjara Nomor 6 Corrientes guna menyelesaikan masa tahanan 7 tahun atas kasus pertama.
  • Larangan Praktik Permanen: Hak Dahse untuk membuka layanan medis atau berpraktik sebagai dokter ginekologi telah dicabut selamanya tanpa ada peluang pemulihan izin.
  • Penutupan Kasus Pidana 2008: Kasus tahun 2008 secara resmi dihentikan dari catatan kriminal pidana tambahan setelah kompensasi 30 juta peso dipenuhi.

Kasus ini mencetuskan perdebatan hangat di lingkungan praktisi hukum Argentina mengenai batasan penerapan sanksi ganti rugi finansial dalam perkara tindak pidana kekerasan seksual berat.

Mantan dokter ginekologi Gerardo Alejandro Dahse sepakat memberikan kompensasi 30 juta peso untuk menghentikan tuntutan pidana pemerkosaan tahun 2008. Kendati gugatan kedua gugur, ia tetap wajib menjalani hukuman penjara 7 tahun atas kasus pelecehan pasien lainnya. Simak ulasan lengkapnya di Patokan.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer4
TENTANG PENULIS writer4

Bacaan Terkait

Comments (0)

User