CIANJUR — Tujuh Atlet Tuntaskan Ekspedisi Lari 207 Kilometer Ke Pangrango
Sebanyak tujuh orang atlet lari ekstrem berhasil menyelesaikan misi penjelajahan jarak jauh lintas alam sejauh 207 kilometer di wilayah Kabupaten Cianjur,
Sebanyak tujuh orang atlet lari ekstrem berhasil menyelesaikan misi penjelajahan jarak jauh lintas alam sejauh 207 kilometer di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ekspedisi fisik yang terbilang langka dan penuh tantangan ini membentang dari titik terendah pesisir Pantai Lugina di Cianjur Selatan hingga mencapai titik tertinggi di puncak Gunung Pangrango dengan ketinggian 3.019 meter di atas permukaan laut (MDPL). Seluruh rangkaian perjalanan melintasi ragam lanskap geografis tersebut dirampungkan secara maraton selama enam hari berturut-turut.
Kegiatan berskala besar ini digagas secara kolaboratif oleh relawan komunitas Gede Pangrango Operation (GPO) bersama dengan kelompok pecinta alam Montana Redwad Rimba. Selain menguji ketahanan fisik dan mental para pelari papan atas tersebut, ekspedisi lari ini mengusung misi mulia untuk memperkenalkan secara luas potensi pariwisata alam tersembunyi di Kabupaten Cianjur sekaligus mengampanyekan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Strategi Etape dan Pengelolaan Kondisi Fisik
Ketua Panitia Ekspedisi, Muhammad Zuhron, mengungkapkan bahwa untuk menuntaskan rute ekstrem dengan perubahan elevasi yang sangat drastis, pihak penyelenggara membagi perjalanan ke dalam beberapa etape terukur. Rata-rata jarak tempuh yang harus ditaklukkan para atlet mencapai 50 kilometer per hari dengan variasi medan mulai dari pasir pantai, jalan aspal, perbukitan berbatu, hingga jalur pendakian gunung berhutan lebat.
“Rangkaiannya mulai dari titik 0 MDPL di Pantai Lugina sampai ke puncak Pangrango. Total ada enam hari, dengan satu hari khusus recovery. Setelah itu lanjut menuju Gunung Gede, Pangrango, dan berakhir turun di Cibodas,” ujar Ketua Panitia Ekspedisi, Muhammad Zuhron.
Pada lintasan awal, para pelari memulai perjalanan dari garis pantai pesisir selatan. Menyusuri jalur jalan nasional dan perdesaan, pada hari keempat tim bergerak menembus kawasan situs bersejarah megalitikum Gunung Padang. Dari kawasan cagar budaya tersebut, rombongan melanjutkan pergerakan menuju Gunung Putri sebelum akhirnya memasuki kawasan zona rimba pegunungan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Guna memulihkan stamina atlet agar tetap berada dalam kondisi prima, panitia menjadwalkan hari kelima khusus sebagai masa pemulihan (recovery) di Sekretariat GPO. Setelah jeda istirahat tersebut, pada hari keenam para atlet kembali melakukan pendakian puncak akhir hingga seluruh target lintasan terpenuhi.
"Nah untuk hari ke lima recovery di Sekretariat GPO. Dan hari ke enam berangkat dari GPO menuju Gunung Gede dan Pangrango. Alhamdulillah sekarang sudah selesai, atlet sudah menempuh 207 kilo selama ekspedisi ini," kata Zuhron.
Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan di Sepanjang Rute
Ekspedisi lari ini tidak sekadar berfokus pada pencapaian performa olahraga ekstrem semata, melainkan juga dibarengi dengan aksi lingkungan hidup yang nyata. Sepanjang jalur yang dilalui, para atlet bersama tim pendukung melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Pantai Lugina guna mencegah abrasi pantai. Selain itu, aksi Operasi Bersih (opsih) sampah juga digelar secara intensif di sepanjang rute pesisir hingga jalur pendakian resmi Gunung Gede-Pangrango.
Berikut adalah beberapa poin penting dan capaian utama dalam ekspedisi lari 207 kilometer ini:
- Jarak Tempuh Total: Menjangkau jarak sejauh 207 kilometer melintasi berbagai wilayah geografis di Kabupaten Cianjur.
- Elevasi Ekstrem: Memulai lintasan dari titik 0 MDPL di Pantai Lugina hingga puncak Gunung Pangrango pada ketinggian 3.019 MDPL.
- Durasi Pelaksanaan: Berlangsung selama 6 hari, termasuk 1 hari khusus pemulihan stamina (recovery).
- Aksi Lingkungan: Penanaman pohon mangrove di wilayah pesisir serta pembersihan sampah plastik di sepanjang koridor pendakian.
- Misi Promosi: Mengangkat potensi pariwisata alam Cianjur Selatan dan kawasan cagar budaya Gunung Padang ke tingkat nasional.
Dorongan untuk Pariwisata dan Konservasi Cianjur
Perubahan cuaca yang drastis, mulai dari sengatan panas terik di area pesisir hingga suhu dingin mendekati titik beku di puncak gunung, menjadi ujian luar biasa yang berhasil dilewati para atlet. Melalui kesuksesan agenda ini, panitia berharap mata publik dan para pecinta aktivitas luar ruangan (outdoor) nasional maupun internasional makin terbuka terhadap potensi besar pariwisata Kabupaten Cianjur, khususnya kawasan Cianjur Selatan yang memiliki keindahan lanskap pantai yang murni.
Dengan berakhirnya perjalanan di kawasan Cibodas, ekspedisi ini membuktikan bahwa olahraga ketahanan (endurance sport) dapat disinergikan secara harmonis dengan kegiatan konservasi alam dan promosi pariwisata daerah. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar secara berkala untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem dari hulu hingga hilir.




Comments (0)