Cianjur — Aliansi Mahasiswa Deklarasikan Penolakan Tegas Terhadap LGBT
Gelombang penolakan terhadap aktivitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menguat di kalangan sivitas akademika Kabupaten Cianjur. Sejumlah pe
Gelombang penolakan terhadap aktivitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menguat di kalangan sivitas akademika Kabupaten Cianjur. Sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi secara terbuka mendeklarasikan sikap penolakan keras menyusul dugaan tindakan bermesraan sesama jenis yang melibatkan oknum mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kelurahan Sayang.
Insiden tersebut dinilai telah mencoreng marwah institusi perguruan tinggi serta merusak persepsi publik terhadap ribuan mahasiswa lain yang tengah mengabdikan diri di pelosok desa. Melalui konsolidasi lintas kampus, para mahasiswa mendesak pihak universitas dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk mengambil langkah tegas, terukur, dan preventif guna menjaga moralitas lingkungan akademik.
Dampak Moral Terhadap Program Pengabdian Masyarakat
Perwakilan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Azhari Cianjur, Andika Rajes, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas terjadinya kasus dugaan penyimpangan perilaku tersebut. Menurutnya, ulah segelintir oknum berpotensi mendegradasi kerja keras seluruh mahasiswa yang selama ini membangun citra positif dan berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat desa.
"Tindakannya mencemari nama baik mahasiswa Cianjur. Terlebih bagi para mahasiswa yang telah dan tengah menjalani pengabdian di desa atau KKN. Sudah susah payah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memberikan kontribusi di desa, tetapi sekarang yang tersorot justru tindakan dari oknum tersebut," tegas Andika saat memberikan keterangan resmi.
Keresahan mahasiswa beralasan mengingat program KKN merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menitikberatkan pada interaksi sosial, keteladanan moral, dan transfer keilmuan. Ketika perilaku yang bertentangan dengan norma masyarakat mencuat ke ruang publik, kepercayaan warga terhadap integritas mahasiswa pengabdi dikhawatirkan mengalami erosi signifikan.
Desakan Regulasi dan Pengawasan Ketat di Lingkungan Kampus
Menanggapi situasi tersebut, aliansi mahasiswa melayangkan seruan resmi agar pengawasan internal perguruan tinggi diperketat secara komprehensif. Pihak kampus diminta tidak bersikap pasif dan segera menerapkan mekanisme seleksi serta pembinaan karakter yang lebih ketat sebelum melepas mahasiswa ke tengah masyarakat.
Beberapa poin tuntutan utama yang disuarakan aliansi mahasiswa antara lain meliputi:
- Penguatan Pembinaan Karakter: Memperketat kurikulum orientasi etika dan moral sebelum pelaksanaan program KKN berlangsung.
- Mekanisme Pengawasan Berjenjang: Memaksimalkan peran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam memonitor perilaku dan dinamika sosial mahasiswa di lokasi pengabdian.
- Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah: Mendorong Pemkab Cianjur merumuskan kebijakan preventif terhadap propaganda maupun komunitas yang dinilai bertentangan dengan norma hukum dan kearifan lokal.
"Kami mengutuk keras setiap perbuatan penyimpangan seksual atau LGBT. Kami dengan tegas menyatakan sikap menolak segala bentuk keberadaan, aktivitas, perkumpulan, kampanye, maupun propaganda kelompok LGBT di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur," lanjut Andika mewakili suara aliansi.
Menjaga Nilai Religiusitas dan Norma Sosial Daerah
Kabupaten Cianjur yang secara sosiologis dikenal dengan identitas religius dan tradisi keislaman yang kental dinilai memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu-isu penyimpangan moral. Mahasiswa menilai toleransi terhadap perilaku yang dinilai melanggar norma agama dan budaya daerah hanya akan menimbulkan gesekan sosial yang lebih luas jika tidak direspons secara cepat oleh pemangku kebijakan.
Aliansi mahasiswa menegaskan akan terus mengawal respons dari pimpinan perguruan tinggi terkait dan jajaran birokrasi daerah. Mereka menuntut adanya sanksi akademik yang jelas bagi pelaku pelanggaran etik serta penegasan komitmen bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada program-program pengabdian masyarakat di masa mendatang.
Aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Cianjur menyatakan penolakan keras terhadap keberadaan dan aktivitas kelompok LGBT. Poin penting: - Dipicu insiden oknum peserta KKN di Kelurahan Sayang. - Dinilai mencoreng ribuan mahasiswa yang tengah mengabdi di desa. - Menuntut pihak kampus dan Pemkab Cianjur perketat pengawasan dan pembinaan moral. Baca ulasan lengkap di Patokan.com.



Comments (0)