Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

BULOG Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Hingga 2026

JAKARTA — Di tengah dinamika pasokan komoditas pangan global dan domestik yang penuh tantangan, stabilitas pakan ternak menjadi kunci utama dalam menjaga r

BULOG Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Hingga 2026

JAKARTA — Di tengah dinamika pasokan komoditas pangan global dan domestik yang penuh tantangan, stabilitas pakan ternak menjadi kunci utama dalam menjaga rantai pasok protein nasional. Guna memastikan ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga jagung di tingkat peternak, Perum BULOG menegaskan kesiapannya untuk menyalurkan tambahan kuota program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung sebanyak 150.000 ton hingga akhir tahun 2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons proaktif pemerintah dalam mengantisipasi fluktuasi harga bahan baku pakan yang sering kali bergejolak. Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur logistik dan jaringan gudang BULOG di seluruh pelosok negeri telah dioptimalkan guna menyerap dan mendistribusikan jagung secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Strategi Memperkuat Pasokan dan Rantai Nilai Pakan

Komoditas jagung memegang peranan krusial sebagai komponen utama pakan ternak, khususnya bagi industri unggas dan peternak ayam petelur maupun pedaging mandiri. Lonjakan harga jagung yang tidak terkendali secara langsung akan mengerek biaya produksi peternak, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga daging ayam dan telur di pasar konsumen.

Melalui program SPHP Jagung ini, Perum BULOG bertindak sebagai penyeimbang pasokan (buffer stock). Penyaluran tambahan sebesar 150.000 ton diharapkan mampu meredam tekanan harga di daerah-daerah yang mengalami defisit pasokan, sekaligus memberikan kepastian bagi peternak kecil agar tetap berproduksi secara efisien.

"Program SPHP Jagung ini bukan sekadar intervensi pasar sesaat, melainkan bentuk komitmen nyata Perum BULOG dalam menjaga keberlangsungan usaha para peternak rakyat. Kami memastikan bahwa seluruh cadangan jagung yang dikelola memiliki kualitas yang sesuai standar dan terdistribusi hingga ke tingkat peternak sasaran," ujar jajaran pimpinan BULOG dalam keterangannya di Jakarta.

Detail Skema dan Sasaran Distribusi SPHP Jagung

Untuk memberikan gambaran mengenai target dan cakupan penugasan ini, berikut adalah ringkasan operasional alokasi cadangan jagung pemerintah yang dikelola oleh Perum BULOG hingga 2026:

Parameter Rincian Program SPHP Jagung
Volume Tambahan 150.000 Ton Jagung Pakan
Tenggat Penyaluran Hingga Akhir Tahun 2026
Target Penerima Peternak Skala Kecil/Mandiri & Koperasi Peternak
Tujuan Utama Stabilisasi Harga Pakan & Pengendalian Inflasi Pangan

Tantangan Logistik dan Sinergi Antar-Lembaga

Pelaksanaan distribusi program sebesar 150.000 ton ini tentu tidak bebas dari tantangan. Kondisi geografis Indonesia yang kepulauan menuntut keandalan moda transportasi darat dan laut. Pusat-pusat konsumsi pakan ternak terbesar, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung, menjadi fokus prioritas dalam alokasi tahap awal.

Dalam kaitan ini, Perum BULOG berkoordinasi erat dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, serta dinas perdagangan di daerah. Sinergi ini ditujukan untuk memverifikasi data peternak penerima manfaat (by name by address), sehingga risiko penyalahgunaan atau spekulasi harga oleh pihak ketiga dapat diminimalisasi.

Pemanfaatan gudang-gudang modern bersertifikasi dan teknologi pengeringan (corn dryer) milik BULOG juga disiagakan untuk menjaga kadar air dan kualitas jagung agar tetap terjaga dengan baik selama masa penyimpanan. Kualitas jagung yang prima sangat menentukan kesehatan ternak dan efisiensi pakan yang dihasilkan, sehingga pengawasan ketat dilakukan dari pintu gudang hingga ke tangan pengguna akhir.

Dampak terhadap Pengendalian Inflasi Daerah

Secara makroekonomi, kejelasan kuota pasokan jagung hingga 2026 memberikan sinyal positif bagi pasar. Kepastian ketersediaan pakan menurunkan ekspektasi inflasi dari sektor bahan pangan bergejolak (volatile foods). Ketika biaya input peternak stabil, harga komoditas produk turunan seperti telur dan daging ayam di pasar tradisional maupun modern cenderung lebih terkendali.

Langkah BULOG menyalurkan 150.000 ton SPHP Jagung menjadi bantalan ekonomi yang krusial di tengah ketidakpastian iklim cuaca global. Dengan strategi yang terukur, ketersediaan pakan ternak nasional diharapkan terus terjaga demi mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer6
TENTANG PENULIS writer6

Bacaan Terkait

Comments (0)

User