BUENOS AIRES — Buku Daniela Kozak Ungkap Sejarah Emas Kritik Film Argentina
Sebuah kutipan pembuka dari era enam dekade silam mendadak menggema kembali dengan nada yang begitu relevan bagi lanskap perfilman modern. "Sinema Argentin
Sebuah kutipan pembuka dari era enam dekade silam mendadak menggema kembali dengan nada yang begitu relevan bagi lanskap perfilman modern. "Sinema Argentina mati secara perlahan. Ia mati dalam kematian yang kelabu, dalam kesendirian, ketidakpastian, dan dalam dinginnya musim dingin," demikian bunyi tajuk rencana perdana majalah sinema legendaris, Tiempo de cine. Kalimat yang sarat akan kecemasan sekaligus kecintaan mendalam terhadap seni pergerakan gambar tersebut kini diangkat kembali oleh penulis dan peneliti Daniela Kozak melalui karya literatur terbarunya yang berjudul La mirada cinéfila.
Buku tersebut merekam jejak modernisasi kebudayaan Argentina pada era 1950-an hingga 1960-an, sebuah masa ketika Buenos Aires menjadi salah satu pusat sinefilia terpenting di belahan bumi selatan. Melalui narasi yang tajam, Kozak menghidupkan kembali nostalgia Jalan Peatonal Lavalle yang kala itu padat oleh deretan bioskop megah. Di tengah hiruk-pikuk perkotaan tersebut, publik meluangkan waktu berjam-jam demi menyaksikan karya-karya terbaik dari seluruh dunia, memicu lahirnya gerakan kritik film yang memengaruhi generasi sineas Amerika Latin.
Lahirnya Ekosistem Sinema Melalui Cineclub Núcleo
Perjalanan kritik film modern di Argentina tidak dapat dilepaskan dari peran vital Cineclub Núcleo, sebuah komunitas film yang didirikan pada tahun 1952 oleh intelektual film ternama Salvador Sammaritano bersama rekan-rekannya. Komunitas ini menjadi wadah pemutaran film-film independen, karya klasik yang diputar ulang, serta sinema internasional yang belum mendapatkan izin tayang komersial di bioskop arus utama.
Dari rahim Cineclub Núcleo inilah majalah Tiempo de cine lahir dan beroperasi secara berkala sepanjang kurun waktu 1960 hingga 1968. Majalah ini tidak sekadar menjadi lembaran ulasan film biasa, melainkan bertransformasi menjadi pilar intelektual yang menyejajarkan diri dengan publikasi krikik film global terkemuka pada zamannya.
"Tiempo de cine bukan hanya sekadar catatan ulasan film, melainkan sebuah dokumen berharga yang mencatat bagaimana generasi intelektual masa itu memproyeksikan masa depan kebudayaan visual di Argentina," ungkap Daniela Kozak dalam catatannya mengenai signifikansi era tersebut.
Kolaborasi Intelektual dan Pengaruh Publikasi Global
Kehadiran Tiempo de cine membawa standar baru dalam diskursus sinematografi berbahasa Spanyol. Majalah ini secara terang-terangan mengambil inspirasi dari publikasi kritik film legendaris Eropa, seperti Cahiers du Cinéma asal Prancis dan Cinema Nuovo dari Italia, yang kala itu sedang mengobarkan gelombang baru (Nouvelle Vague) dalam dunia perfilman internasional.
Daya tarik majalah ini makin diperkuat oleh jajaran kontributor papan atas yang mengisi kolom-kolomnya. Nama-nama besar seperti Tomás Eloy Martínez, Edgardo Cozarinsky, Enrique Raab, Mabel Itzcovich, Ernesto Schoo, dan Homero Alsina Thevenet turut menyumbangkan pemikiran tajam mereka. Bahkan sebelum sosok kartunis Quino mendunia lewat karakter ikonik Mafalda, ia telah berkontribusi sebagai ilustrator untuk majalah ini. Sisi visual dan tata letak sampul edisi perdana digarap oleh seniman plastis terkemuka, Rogelio Polesello.
| Publikasi Film | Negara Asal | Masa Aktif | Fokus Utama Diskursus |
|---|---|---|---|
| Tiempo de cine | Argentina | 1960–1968 | Modernisasi sinema nasional & kritik film kritis Latin |
| Cahiers du Cinéma | Prancis | 1951–sekarang | Teori Pengarang (Auteur Theory) & Nouvelle Vague |
| Cinema Nuovo | Italia | 1952–1996 | Neorealisme Italia & kritik sosial politik |
Warisan Sinefilia untuk Generasi Kontemporer
Kini, lanskap bioskop di Buenos Aires telah berubah drastis. Kawasan Villa Urquiza yang dahulu memiliki delapan gedung bioskop independen, kini hanya tersisa satu bioskop milik pemerintah daerah. Kendati demikian, warisan semangat Tiempo de cine yang didokumentasikan dalam buku La mirada cinéfila menjadi pengingat penting akan daya tahan kebudayaan sinema.
Buku karya Daniela Kozak ini tidak hanya menyajikan nostalgia sejarah, tetapi juga menawarkan cermin analisis bagi kritikus dan pecinta film masa kini. Di tengah gempuran platform digital dan perubahan pola konsumsi media, perdebatan mengenai masa depan sinema Argentina—sebagaimana yang pernah ditulis 60 tahun lalu—tetap relevan untuk terus didiskusikan demi menjaga nyala api sinematografi nasional.




Comments (0)