Application Name Application Name

Patokan

Kalimantan Selatan

BPBD Kalsel Berhasil Padamkan 360 Hektare Karhutla di Banjarbaru

Banjarbaru, Patokan.com — Kabut asap tipis sempat mengepul menyelimuti kawasan vegetasi semak belukar yang mengering di wilayah Kalimantan Selatan. Di teng

BPBD Kalsel Berhasil Padamkan 360 Hektare Karhutla di Banjarbaru

Banjarbaru, Patokan.com — Kabut asap tipis sempat mengepul menyelimuti kawasan vegetasi semak belukar yang mengering di wilayah Kalimantan Selatan. Di tengah sengatan terik cuaca kemarau dan ancaman meluasnya kobaran api, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat. Bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, serta sukarelawan kebencanaan, upaya pemadaman masif terus digencarkan demi memutus rantai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengintai permukiman warga serta infrastruktur vital.

Hingga Kamis (10/9), kerja keras jajaran petugas di lapangan membuahkan hasil yang sangat signifikan. BPBD Kalsel mencatat total luasan lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 360 hektare. Angka tersebut merupakan akumulasi dari penanganan intensif terhadap sedikitnya 30 titik api (hotspot) yang terdeteksi tersebar di beberapa lokasi rawan, terutama di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya. Keberhasilan penanganan ini menjadi krusial untuk mencegah dampak buruk asap terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan.

Perjuangan Satgas Darat dan Udara Menembus Gambut

Penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan memiliki tantangan tersendiri yang tergolong rumit. Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan kawasan lahan gambut dalam dan vegetasi semak belukar kering yang sangat mudah tersulut api. Ketika pasokan air permukaan menyusut akibat kemarau, api tidak hanya membakar dedaunan di permukaan, melainkan menembus ke dalam lapisan tanah gambut (ground fire). Kondisi ini memerlukan teknik pembasahan ekstra ketat (soaking) agar sisa-sisa bara api di bawah tanah benar-benar padam total.

"Medan yang ekstrem, sulitnya sumber air di lokasi penanganan, serta tiupan angin kencang menjadi tantangan terbesar para personel di lapangan. Namun, kami terus berupaya melokalisasi titik api agar tidak meluas mendekati pemukiman warga maupun kawasan vital seperti area bandara," ujar salah seorang petugas BPBD di lokasi operasional.

Dalam memadamkan kobaran api, Satgas Karhutla menerapkan kombinasi penanganan melalui jalur darat dan udara. Pemadaman darat difokuskan pada area yang masih dapat dijangkau armada kendaraan operasional serta mesin pompa air portabel. Sementara itu, untuk titik kebakaran yang berada di ceruk pedalaman dan terisolasi dari akses darat, armada helikopter pembom air (water bombing) dikerahkan secara intensif guna menjatuhkan ribuan liter air langsung ke pusat titik api.

Analisis Data dan Capaian Pemadaman Karhutla

Sebagai bentuk transparansi dan pemantauan situasi kebencanaan, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan terus memperbarui data luasan penanganan bencana karhutla secara berkala. Berikut ringkasan capaian penanganan karhutla yang berhasil dihimpun:

Indikator Parameter Capaian / Data Operasional
Total Luas Lahan Terpadamkan 360 Hektare
Jumlah Titik Api (Hotspot) Ditangani 30 Titik Api
Karakteristik Utama Lahan Lahan Gambut & Semak Belukar Kering
Metode Operasional Utama Satgas Darat & Heli Water Bombing

Keberhasilan memadamkan lahan seluas 360 hektare ini mencegah meningkatnya konsentrasi partikulat berbahaya di udara. Langkah cepat ini sekaligus melindungi operasional penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru dari bahaya jarak pandang terbatas (visibility range). Meski demikian, BPBD menegaskan bahwa status kesiapsiagaan tidak boleh dikendurkan mengingat prediksi BMKG menunjukkan puncak cuaca kering masih berlangsung di kawasan tersebut.

Langkah Antisipasi dan Imbauan Kesiapsiagaan

Ke depan, strategi utama dalam penanggulangan karhutla tidak hanya tertumpu pada respons pemadaman saat api berkobar, melainkan pada pencegahan sejak dini. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama instansi penegak hukum kembali menegaskan imbauan keras kepada masyarakat maupun perusahaan agar tidak membakar lahan untuk tujuan pembukaan area bercocok tanam. Pembukaan lahan dengan cara membakar merupakan tindakan ilegal yang memiliki dampak ekologis destruktif dan dapat berhadapan dengan sanksi pidana berat.

Guna memperkuat pengawasan darat, posko-posko kesiapsiagaan bencana di tingkat desa dan kecamatan terus diaktifkan. Patroli mandiri yang melibatkan masyarakat peduli api (MPA) diintensifkan pada area-area rawan kekeringan. Kecepatan dalam mengidentifikasi munculnya asap pertama serta respons cepat dari tim gabungan merupakan kunci utama agar bencana karhutla berskala besar tidak kembali terulang di tanah Banua, tegas pihak otoritas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User