Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

Bill Maher Sebut Politisi Demokrat Penakut dan Singgung Kontroversi Tragedi 9/11

Komedian dan pembawa acara bincang-bincang veteran asal Amerika Serikat, Bill Maher, kembali memicu perdebatan hangat di ruang publik usai melontarkan krit

Bill Maher Sebut Politisi Demokrat Penakut dan Singgung Kontroversi Tragedi 9/11

Komedian dan pembawa acara bincang-bincang veteran asal Amerika Serikat, Bill Maher, kembali memicu perdebatan hangat di ruang publik usai melontarkan kritik pedas terhadap para politisi Partai Demokrat. Dalam tayangan terbaru program Real Time with Bill Maher di saluran HBO, presenter berusia 68 tahun tersebut secara terbuka mengkritik para politisi Demokrat dan melabeli mereka sebagai "sosok penakut".

Kritik tajam tersebut disampaikan Maher saat ia menegaskan kembali posisinya terkait para pembajak pesawat dalam tragedi 11 September 2001 (9/11). Pandangan kontroversial mengenai peristiwa 9/11 itu sendiri merupakan alasan utama yang membuat program televisi lamanya di jaringan ABC, Politically Incorrect, dihentikan secara sepihak lebih dari dua dekade silam.

Pembelaan Atas Pandangan Kontroversial Masa Lalu

Dalam segmen monolognya, Maher menyatakan bahwa ia sama sekali tidak menyesali argumen yang pernah ia sampaikan pada tahun 2001. Menurut Maher, melabeli para teroris pembajak pesawat 9/11 sebagai "penakut" adalah penyimpulan yang tidak akurat secara semantik, meskipun aksi mereka sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan.

"Saya selalu menegaskan bahwa para teroris itu jahat dan mengerikan, tetapi mereka bukanlah sosok yang penakut. Rela mengorbankan nyawa sendiri dengan menabrakkan pesawat ke bangunan membutuhkan keberanian tertentu, terlepas dari betapa sesatnya ideologi mereka. Penakut yang sebenarnya adalah para politisi yang takut menyuarakan kebenaran demi menjaga posisi politik," ujar Maher dalam tayangan tersebut.

Kilas Balik Pembatalan Acara 'Politically Incorrect'

Kontroversi ini berawal hanya beberapa hari setelah tragedi serangan teror 11 September 2001 yang menewaskan ribuan warga sipil di Amerika Serikat. Saat itu, Presiden George W. Bush secara terbuka menyebut para pelaku teror sebagai sosok penakut. Maher kemudian menyanggah pernyataan tersebut di acaranya, Politically Incorrect, dengan membandingkan aksi bunuh diri para pembajak dengan taktik militer AS yang meluncurkan rudal jelajah dari jarak ribuan mil.

Pernyataan tersebut mendulang kecaman luas dari publik dan politisi. Sejumlah pengiklan besar menarik sponsor mereka secara mendadak, dan banyak stasiun televisi lokal menolak menayangkan acara tersebut. Pada pertengahan tahun 2002, jaringan televisi ABC akhirnya resmi membatalkan program *Politically Incorrect*, yang kemudian dicatat sebagai salah satu peristiwa awal dari fenomena cancel culture di era media modern.

Kritik Menusuk Bagi Kepemimpinan Partai Demokrat

Selain membela rekam jejaknya, Maher menggunakan panggung televisinya untuk menelanjangi apa yang ia anggap sebagai kelemahan mendasar dari para pemimpin Partai Demokrat saat ini. Ia berpendapat bahwa sebagian besar politisi Demokrat saat ini terlalu rapuh dan kerap tunduk pada opini publik di media sosial.

Beberapa poin utama kritik yang disuarakan Maher meliputi:

  • Ketakutan Terhadap Faksi Ekstrem Internal: Politisi Demokrat dinilai terlalu cemas menghadapi tekanan dari kelompok sayap kiri radikal di dalam partai mereka sendiri.
  • Absennya Keberanian Berpendapat: Pembawa acara ini menyoroti bagaimana para pejabat politik memilih bungkam ketimbang menyuarakan pandangan rasional yang berisiko tidak populer.
  • Ketidakmampuan Menghadapi Kritik: Maher menilai kepemimpinan partai saat ini mudah goyah oleh tekanan kampanye digital dan budaya pembatalan.

Kebebasan Berbicara di Era TV Kabel

Setelah penghentian acaranya di ABC, Maher berpindah ke saluran TV kabel berlangganan HBO pada tahun 2003 untuk mengasuh program Real Time. Format televisi kabel memberikan Maher kebebasan editorial penuh tanpa dibayang-bayangi oleh boikot pengiklan korporat.

Meskipun secara historis mengidentifikasi dirinya sebagai seorang liberal, Maher kini semakin sering melontarkan kritik keras terhadap kubu Demokrat maupun Republik. Penegasan ulangnya terkait tragedi 9/11 dan kritik terhadap politisi Demokrat mempertegas posisinya sebagai figur media yang konsisten menolak kepekaan politik berlebihan (*political correctness*) di industri hiburan dan politik Amerika Serikat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User