Basarnas Rilis Data Terbaru Kapal Tenggelam, 25 Hilang

Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar mengeluarkan data terbaru terkait insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Sulawesi. Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhada...

Jul 20, 2026 - 03:17
0 0
Basarnas Rilis Data Terbaru Kapal Tenggelam, 25 Hilang

Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar mengeluarkan data terbaru terkait insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Sulawesi. Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap sejumlah penumpang yang belum ditemukan. Berdasarkan verifikasi terakhir, kapal tersebut mengangkut total 78 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 penumpang berhasil selamat dan dievakuasi ke tempat aman. Sementara itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia, dan 25 lainnya masih dalam status hilang. Data ini mengalami perubahan dari laporan awal yang sempat menyebutkan jumlah penumpang berbeda.

Proses Verifikasi yang Teliti

Kepala Basarnas Makassar, melalui pernyataan resminya, menjelaskan bahwa angka tersebut diperoleh setelah dilakukan verifikasi menyeluruh terhadap manifes kapal serta hasil wawancara dengan para korban selamat. "Kami terus melaksanakan koordinasi dengan pihak pelayaran dan keluarga penumpang untuk memastikan data akurat," ujarnya dalam konferensi pers.

Verifikasi ini penting mengingat adanya kemungkinan penumpang yang tidak tercatat dalam manifes resmi. Tim Basarnas juga bekerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI AL untuk mendata kembali seluruh orang yang berada di atas kapal saat kejadian.

Operasi Pencarian Diperluas

Operasi SAR terus diperluas dengan melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi. Tim menggunakan dua kapal SAR, perahu karet, serta dukungan udara dari helikopter untuk menyisir perairan sekitar lokasi tenggelam. Radius pencarian mencapai 15 mil laut dari titik kejadian.

"Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Kondisi cuaca di lokasi cukup menantang karena gelombang tinggi dan arus bawah yang kuat. Namun, tim tetap berupaya maksimal," jelas koordinator lapangan Basarnas.

Pencarian difokuskan di area yang diduga menjadi jalur hanyut korban berdasarkan pola arus. Tim juga terus memantau laporan dari nelayan setempat yang mungkin menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kronologi Singkat Kejadian

KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam pada Selasa malam setelah dihantam gelombang besar saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Bau-Bau menuju Makassar. Kapal berangkat dalam kondisi cuaca buruk dengan peringatan gelombang tinggi dari BMKG. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, kapal mulai oleng dan akhirnya tenggelam.

Sebagian penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung dan perahu sekoci. Sejumlah kapal nelayan yang melintas langsung memberikan pertolongan. Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari.

Kapten kapal dan awak lainnya kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya kapal. Dugaan sementara mengarah pada faktor overload dan cuaca ekstrem, namun masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Dukungan untuk Korban dan Keluarga

Pemerintah setempat telah mendirikan posko tanggap darurat di Pelabuhan Makassar untuk melayani keluarga korban yang datang mencari kabar. Posko ini menyediakan informasi terkini serta layanan konseling bagi keluarga yang mengalami trauma. Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik bagi korban selamat yang masih dalam masa pemulihan.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Pemerintah akan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik," kata gubernur Sulawesi Selatan saat mengunjungi posko.

Tim medis dari Dinas Kesehatan juga diterjunkan untuk menangani korban luka dan memberikan perawatan psikologis. Hingga berita ini diturunkan, beberapa korban selamat masih dirawat di rumah sakit karena mengalami hipotermia dan luka ringan.

Harapan dan Doa

Basarnas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Keluarga korban diharapkan segera melapor ke posko resmi untuk pendataan lebih lanjut. Pencarian terhadap 25 orang yang hilang akan terus dilakukan selama 7 hari ke depan sesuai dengan protap operasi SAR, dan dapat diperpanjang jika diperlukan.

"Kami tidak akan berhenti sebelum semua korban ditemukan. Setiap informasi dari masyarakat sangat berarti bagi kelancaran operasi," pungkas Kepala Basarnas.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di musim angin barat yang kerap memicu gelombang tinggi. Pemerintah berjanji akan mengevaluasi standar keselamatan kapal-kapal antar pulau untuk mencegah kejadian serupa terulang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User