Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

Basarnas Perluas Area Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

SERANG, PATOKAN.COM — Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan resmi memperluas radius operasi pencarian terhadap sebuah kapal motor yang membawa rombongan lim

Basarnas Perluas Area Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

SERANG, PATOKAN.COM — Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan resmi memperluas radius operasi pencarian terhadap sebuah kapal motor yang membawa rombongan lima jurnalis setelah dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Selat Sunda. Operasi pencarian maritim skala besar ini melibatkan puluhan personel terpadu dari Kantor SAR Banten, TNI Angkatan Laut, Ditpolairud Polda Banten, serta potensi relawan nelayan setempat.

Penyisiran kini tidak hanya difokuskan pada titik koordinat terakhir saat kapal terpantau, melainkan diperlebar hingga radius 25 mil laut (nautical miles) ke arah barat daya dan selatan mendekati gugusan Kepulauan Krakatau. Langkah taktis ini diambil mengingat kuatnya arus bawah laut serta angin kencang yang berpotensi menyeret kapal keluar dari jalur pelayaran awal.

Kronologi Hilangnya Rombongan Awak Media

Berdasarkan data operasional yang dihimpun tim SAR, rombongan pewarta tersebut awalnya bertolak dari dermaga pesisir barat Banten untuk melaksanakan tugas peliputan maritim dan aktivitas konservasi laut. Rangkaian peristiwa sebelum hilang kontak tercatat sebagai berikut:

  1. Pukul 06.30 WIB: Kapal motor berukuran 15 gross tonnage (GT) yang ditumpangi lima jurnalis bersama tiga awak kapal (ABK) berangkat dari pelabuhan rakyat di pesisir Anyer menuju kawasan gugusan pulau terluar di Selat Sunda.
  2. Pukul 11.15 WIB: Komunikasi terakhir melalui radio Very High Frequency (VHF) dan perangkat seluler masih terjalin, di mana nakhoda mengabarkan kondisi cuaca mulai memburuk dengan gelombang tinggi mencapai 2,5 meter.
  3. Pukul 14.00 WIB: Sistem pelacak kapal tidak lagi memancarkan sinyal Automatic Identification System (AIS), dan seluruh nomor kontak awak media maupun nakhoda berada di luar jangkauan sinyal telekomunikasi.
  4. Pukul 17.30 WIB: Pihak keluarga dan kantor redaksi media terkait melaporkan insiden kehilangan kontak kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten.
"Kami telah mengerahkan seluruh armada laut utama, termasuk Kapal Negara (KN) SAR Tetuka serta armada Rigid Inflatable Boat (RIB), untuk menyisir sektor-sektor yang diperkirakan menjadi titik hanyut kapal. Pencarian difokuskan pada penyisiran permukaan serta pemantauan visual udara," ujar Kepala Kantor SAR Banten selaku Search Mission Coordinator (SMC).

Pengerahan Armada dan Skenario Pencarian

Guna memaksimalkan efektivitas operasi di tengah medan laut yang menantang, Basarnas membagi area penyisiran ke dalam empat sektor utama (Search Area Unit). Tim SAR juga memanfaatkan data pemodelan arus dan arah angin (drift modeling) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memprediksi pergerakan objek di laut lepas.

Sejumlah alutsista dan kekuatan pendukung yang dikerahkan dalam operasi gabungan ini meliputi:

  • 1 Unit KN SAR Tetuka: Berfungsi sebagai kapal komando pangkalan apung di perairan terbuka Selat Sunda.
  • 2 Unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten: Melakukan manuver cepat penyisiran garis pantai pulau-pulau kecil di sekitar lintasan.
  • 1 Unit Kapal Patroli Polairud: Membantu pengawasan alur pelayaran kapal niaga dan penyeberangan Merak-Bakauheni.
  • Pesawat Drone Maritim Termal: Diterbangkan secara berkala untuk memantau anomali panas dan tanda-tanda darurat di atas permukaan air.

Daftar Identitas dan Tantangan Gelombang Tinggi

Berdasarkan manifes manifes resmi yang diverifikasi otoritas pelabuhan, lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut terdiri atas kontributor media nasional televisi, fotografer kantor berita, serta reporter media daring. Seluruh korban dilaporkan membawa perlengkapan pelampung standar keselamatan laut (life jacket).

Kondisi cuaca di perairan Selat Sunda saat ini dilaporkan cukup ekstrem dengan kecepatan angin mencapai 15 hingga 20 knot serta tinggi gelombang laut antara 1,5 hingga 3,0 meter. Pihak Basarnas mengimbau kapal-kapal niaga maupun nelayan tradisional yang melintas di sekitar perairan Banten dan Lampung untuk segera melapor melalui frekuensi darurat maritim apabila menemukan serpihan atau tanda keberadaan kapal tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer4
TENTANG PENULIS writer4

Bacaan Terkait

Comments (0)

User