Banjir Rob Melumpuhkan Sekolah di Pesisir Surabaya
Banjir rob menerjang kawasan pesisir Surabaya pada Selasa pagi (15/7), merendam sejumlah permukiman dan fasilitas publik. Genangan air laut pasang ini dipi
Banjir rob menerjang kawasan pesisir Surabaya pada Selasa pagi (15/7), merendam sejumlah permukiman dan fasilitas publik. Genangan air laut pasang ini dipicu oleh fenomena pasang maksimum yang bersamaan dengan penurunan muka tanah. Salah satu lokasi terdampak paling parah adalah SD Yayasan Karya Putra di wilayah Kenjeran, di mana ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter di halaman sekolah. Proses belajar-mengajar pagi itu terpaksa dihentikan karena akses menuju ruang kelas sepenuhnya terendam.
Kronologi: Air Mulai Naik Saat Siswa Berdatangan
Menurut keterangan guru piket, air mulai menggenangi halaman sekolah sekitar pukul 06.30 WIB, tepat saat para siswa mulai berdatangan. Dalam waktu kurang dari satu jam, genangan telah mencapai pelataran kelas dan ruang guru. Pihak sekolah segera mengambil langkah darurat dengan menginstruksikan siswa untuk berkumpul di lantai dua gedung, sementara sebagian lainnya dipulangkan lebih awal demi keselamatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir rob tidak hanya melumpuhkan aktivitas sekolah, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas di sekitar Jalan Kenjeran. Warga sekitar terpaksa beraktivitas dengan air setinggi betis orang dewasa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak telah mengeluarkan peringatan dini yang menyebutkan bahwa potensi banjir rob akan berlangsung hingga 17 Juli 2026.
Adaptasi Darurat: Sekolah Beralih ke Pembelajaran Daring
Kepala SD Yayasan Karya Putra menyatakan bahwa pihaknya menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. "Kami memprioritaskan keselamatan siswa. Ruang kelas yang lembap dan akses jalan yang terendam sangat berisiko bagi anak-anak," ujarnya.
Berikut kronologi singkat kejadian dan respons darurat:
- Selasa, 15 Juli 2026 — Pukul 06:30 WIB, air laut pasang mulai masuk ke daratan. Sekolah meliburkan kegiatan tatap muka dan memberlakukan PJJ darurat.
- Rabu, 16 Juli 2026 — Puncak pasang diprediksi terjadi pada pagi hingga siang hari. Pembersihan lumpur dan genangan dimulai saat air surut di sore hari.
- Kamis, 17 Juli 2026 — Aktivitas sekolah dijadwalkan kembali normal jika ketinggian pasang menurun dan akses jalan sepenuhnya kering.
Analisis Dampak Sosial dan Kesehatan
Genangan air laut yang dibiarkan mengering di area sekolah dan permukiman meninggalkan residu garam yang dapat merusak struktur bangunan serta memicu korosi pada perabotan. Lebih dari itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menekankan bahwa genangan rob menjadi media pembawa bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit kulit dan diare, terutama pada anak-anak. Oleh karena itu, petugas kebersihan dikerahkan untuk menyemprot area terdampak dengan disinfektan pascagenangan.
Banjir rob di Surabaya merupakan fenomena tahunan yang intensitasnya terus meningkat. Berikut data perbandingan dampak rob di wilayah Kenjeran:
| Indikator | 2025 | 2026 |
|---|---|---|
| Ketinggian Air Maksimum | 25–30 cm | 30–50 cm |
| Durasi Genangan | 2 hari | 3 hari |
| Sekolah Terdampak | 2 sekolah | 5 sekolah |
Peningkatan ketinggian air dan durasi genangan menunjukkan adanya percepatan penurunan muka tanah di kawasan pesisir. Pemerintah Kota Surabaya tengah mengkaji pembangunan tanggul laut dan sistem pompa tambahan untuk memitigasi dampak rob di masa mendatang. Warga diimbau untuk selalu memantau informasi dari BMKG dan segera melaporkan kondisi darurat ke pusat panggilan 112.
[SOCIAL_TWEET]: #BanjirRob kembali merendam pesisir Surabaya, sekolah terpaksa terapkan PJJ darurat. Ketinggian air 30-50 cm lumpuhkan SD Yayasan Karya Putra. BPBD imbau warga waspadai puncak pasang 15-17 Juli 2026. #InfoBencana #Surabaya[SOCIAL_TG]: 🚨 Banjir Rob Landa SD di Kenjeran Surabaya! Ketinggian air capai 50 cm, aktivitas belajar lumpuh. Simak info darurat selengkapnya.
Comments (0)