Bamsoet: Ekonomi Kreatif Layak Jadi Sektor Produktif Andalan Jakarta
Jakarta, 23 Agustus 2026 — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai ekonomi kreatif telah tiba pada titik di mana sektor ini layak mendapat porsi perhatian yang lebih besar dari para pemangku kebijakan...
Jakarta, 23 Agustus 2026 — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai ekonomi kreatif telah tiba pada titik di mana sektor ini layak mendapat porsi perhatian yang lebih besar dari para pemangku kebijakan. Musik, kuliner, dan cabang industri kreatif lainnya disebutnya bukan sekadar penopang gaya hidup warga kota, melainkan fondasi yang bisa menjadi sektor produktif andalan. Pandangan tersebut mengemuka di tengah pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang berjalan pesat dan dinilai mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat luas.
Ketua MPR RI itu menekankan bahwa subsektor musik dan kuliner memiliki daya rekat sosial yang kuat. Di ruang publik Jakarta, festival musik dan pasar kuliner kerap menjadi titik temu warga dari berbagai latar belakang, usia, dan profesi. Dari sinilah Bambang Soesatyo melihat fungsi ekonomi kreatif sebagai jembatan sosial, ruang yang mempertemukan orang, ide, dan kolaborasi. Ia meyakini ketika ruang tersebut terus dirawat, dampaknya tidak berhenti pada kebersamaan, tetapi merambat ke aktivitas ekonomi yang konkret di akar rumput.
Kontribusi Nyata bagi Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi DKI Jakarta memang menunjukkan grafik yang menggembirakan. Berbagai indikator mencatat laju pertumbuhan yang stabil, ditopang konsumsi masyarakat yang kuat serta aktivitas bisnis yang kembali menggeliat. Dalam konteks inilah industri kreatif dinilai ikut ambil bagian. Setiap gelaran konser, setiap kedai kuliner yang buka, setiap studio musik yang berdiri, semuanya menyerap tenaga kerja sekaligus memutar uang di lingkungan sekitarnya. Bambang Soesatyo menyebut efek berantai ini sebagai bukti bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar tren musiman.
Lapangan kerja yang lahir dari sektor ini pun tergolong beragam. Tidak hanya seniman, musisi, atau juru masak, tetapi juga teknisi panggung, kru produksi, pengelola acara, pemasok bahan baku, hingga pekerja di balik layar platform digital. Bagi anak muda Jakarta, industri kreatif kerap menjadi pintu masuk pertama ke dunia kerja. Oleh karena itu, dorongan agar sektor ini diberi ruang tumbuh dinilai strategis, bukan saja untuk ekonomi makro, tetapi juga untuk pemerataan kesempatan bagi generasi baru pekerja perkotaan.
Ruang Tumbuh yang Perlu Disediakan
Agar benar-benar menjadi sektor produktif, ekonomi kreatif membutuhkan lebih dari sekadar apresiasi. Bambang Soesatyo menegaskan perlunya ruang tumbuh yang nyata: kebijakan yang ramah, perizinan yang sederhana, akses pembiayaan yang terjangkau, serta infrastruktur pendukung seperti ruang pertunjukan, lokasi usaha, dan konektivitas digital. Tanpa keempatnya, potensi besar yang ada bisa berhenti di taraf wacana. Dukungan pemerintah daerah, menurutnya, sangat menentukan apakah para pelaku kreatif mampu naik kelas dari usaha kecil menjadi pemain yang lebih besar dan berkelanjutan.
Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindungan terhadap pelaku kreatif. Hak cipta atas karya musik, misalnya, harus dijamin agar para pencipta memperoleh penghasilan yang adil dari karyanya. Demikian pula pelaku usaha kuliner yang membutuhkan kepastian hukum dalam menjalankan usahanya. Jika ekosistem ini dijaga, kepercayaan investor dan kreator akan tumbuh, dan pada akhirnya memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di Asia Tenggara.
Harapan bagi Masa Depan Ibu Kota
Ke depan, Bambang Soesatyo berharap ekonomi kreatif mendapat tempat yang setara dengan sektor-sektor konvensional dalam perencanaan pembangunan daerah. Ia optimistis Jakarta, dengan populasi muda yang besar dan tradisi budaya yang kaya, memiliki modal yang kuat untuk menjadikan industri kreatif sebagai penggerak pertumbuhan. Yang dibutuhkan hanyalah konsistensi dan keberanian untuk memberi ruang. Jika itu terjadi, sektor ini bukan lagi pelengkap, melainkan tulang punggung baru perekonomian Ibu Kota, sekaligus sumber lapangan kerja yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.
Dorongan ini datang pada saat yang tepat. Dengan semakin pulihnya aktivitas masyarakat, musik, kuliner, dan industri kreatif menjadi sektor yang paling cepat merasakan dampak kebangkitan. Jika semua pihak, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, bergerak bersama, bukan mustahil ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Jakarta di masa mendatang.




Comments (0)