BADUNG — Warga Temukan Jasad Orok Bayi Laki-Laki di Sungai Pererenan
Kegiatan pembersihan sampah sungai yang rutin dilakukan di kawasan Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, berujung pada penemuan yang me
Kegiatan pembersihan sampah sungai yang rutin dilakukan di kawasan Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, berujung pada penemuan yang menyayat hati. Suasana pagi yang semula diwarnai dengan aktivitas bersih-bersih lingkungan mendadak gempar setelah sebuah jasad orok bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di dalam tas biru yang terombang-ambing di aliran air sungai.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WITA. Penemuan berawal ketika dua orang relawan lingkungan dari Yayasan Sungai Watch, yakni I Made Dwi Bagiyasa (50) bersama rekannya, Yulius Tani (40), tengah bertugas menyusuri sungai untuk membersihkan tumpukan sampah plastik dan limbah domestik yang menyumbat aliran air. Namun, pandangan Bagiyasa mendadak tertuju pada sebuah tas kain berwarna biru yang tersangkut di antara semak dan ranting kayu.
Merasa curiga dengan wujud serta bobot tas yang tidak biasa, Bagiyasa lantas memanggil Yulius untuk mengecek isi di dalam tas tersebut secara bersama-sama. Betapa terkejutnya kedua relawan itu ketika membuka resleting tas dan mendapati benda yang terbungkus rapi di dalamnya bukanlah sampah rumah tangga, melainkan tubuh mungil seorang bayi yang sudah tidak bernyawa.
Kronologi Penemuan dan Evakuasi oleh Kepolisian
Mendapati temuan yang sangat memilukan tersebut, relawan Yayasan Sungai Watch segera menghentikan aktivitas pembersihan dan melaporkan kejadian itu kepada Perbekel (Kepala Desa) Pererenan. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan secara cepat kepada Bhabinkamtibmas Desa Pererenan serta jajaran Polsek Mengwi dan Polres Badung untuk penanganan lebih lanjut.
Tak lama setelah laporan diterima, aparat dari Polsek Mengwi bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polres Badung langsung meluncur ke lokasi kejadian guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengumpulkan barang bukti awal.
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, mengonfirmasi insiden penemuan orok bayi tersebut saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
"Saat diperiksa oleh para saksi di lokasi, mereka mendapati benda yang diduga kuat menyerupai janin atau orok bayi. Petugas kami langsung merespons cepat dengan mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara awal dan meminta keterangan dari saksi-saksi kunci," ungkap Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari mewakili Kapolres Badung.
Dari hasil identifikasi awal yang dilakukan oleh petugas Inafis di lapangan, jasad bayi tersebut dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Petugas juga menemukan fakta penting bahwa tali pusar masih menempel utuh pada tubuh bayi tersebut, yang mengindikasikan bahwa korban baru saja dilahirkan sebelum dibuang ke aliran sungai.
Setelah proses olah TKP selesai dilakukan, jasad bayi mungil itu segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk menjalani pemeriksaan medis serta visum et repertum secara mendalam.
Langkah Penyelidikan dan Perburuan Pelaku
Aparat kepolisian kini memusatkan perhatian penuh untuk mengusut tuntas siapa sosok orang tua yang tega melakukan tindakan tidak manusiawi tersebut. Penyidik Satreskrim Polres Badung dan Polsek Mengwi terus mengumpulkan bukti-bukti petunjuk di sekitar lokasi penemuan, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sepanjang jalan menuju area sungai.
Selain melakukan penelusuran di lapangan, pihak kepolisian juga menjalin komunikasi erat dengan tim dokter forensik guna mengetahui secara pasti penyebab kematian serta estimasi waktu bayi tersebut dibuang.
"Petugas masih melakukan penyelidikan intensif di lapangan guna mengidentifikasi orang tua bayi tersebut. Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan tim forensik rumah sakit untuk memastikan kondisi orok saat dilahirkan—apakah sudah meninggal dunia sejak dalam kandungan atau sempat bernapas—serta mengetahui penyebab pasti dan waktu kematiannya," tegas Ipda Yuni.
Ringkasan Informasi Kejadian
Berikut adalah tabel ringkasan data terkait penemuan orok bayi di kawasan Desa Pererenan, Badung:
| Parameter Kejadian | Detail Informasi |
|---|---|
| Lokasi Penemuan | Aliran Sungai Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali |
| Waktu Kejadian | Selasa, sekitar pukul 08.00 WITA |
| Saksi Penemu | I Made Dwi Bagiyasa (50) & Yulius Tani (40) — Yayasan Sungai Watch |
| Kondisi Fisik Bayi | Berjenis kelamin laki-laki, berada dalam tas biru, tali pusar masih menempel |
| Tindakan Lanjutan | Evakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk otopsi/forensik |
Tragedi ini mendulang keprihatinan mendalam dari warga sekitar. Tindakan membuang darah daging sendiri merupakan pelanggaran hukum berat sekaligus perbuatan yang sangat tidak berperikemanusiaan. Kepolisian mengimbau kepada masyarakat atau fasilitas medis terdekat yang mengetahui adanya informasi mengenai wanita yang menunjukkan tanda-tanda pascamelahirkan secara mencurigakan agar segera melapor ke kantor polisi terdekat demi terungkapnya kasus ini secara terang benderang.
Dua relawan Yayasan Sungai Watch menemukan jasad orok bayi berjenis kelamin laki-laki terbungkus tas biru yang tersangkut di sungai Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Bali. Polres Badung bersama tim forensik RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi orang tua bayi tersebut. Baca artikel lengkapnya di Patokan.com!



Comments (0)