72% Limbah Uang Kertas Dikitar Ulang: Bank Indonesia Targetkan 100% Ekonomi Sirkular 2027

Bank Indonesia berintegrasi ekonomi sirkular untuk memanfaatkan limbah uang kertas, target 2027 merambah 100% pengolahan limbah, dukungan UMKM dan industri energi, serta penghargaan antarabangsa IACA Award 2026.

Aug 18, 2026 - 06:46
0 0
72% Limbah Uang Kertas Dikitar Ulang: Bank Indonesia Targetkan 100% Ekonomi Sirkular 2027

Bank Indonesia Beralih ke Ekonomi Sirkular dengan Limbah Uang Kertas

Bank Indonesia (BI) melakukan transformasi signifikan dalam pengelolaan uang Rupiah. Langkah ini tidak sekadar memusnahkannya, tetapi memulihkan nilai melalui pendekatan ekonomi sirkular. Saat ini, 72% dari limbah racik uang kertas telah berhasil diolah menjadi produk baru dengan nilai tambah. Tujuannya adalah menghubungkan sektor keuangan dengan mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta industri energi untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Partnership Strategis: UMKM dan Industri Energi

BI bekerja sama dengan UMKM untuk menyulap uang yang tidak layak edar menjadi cenderamata menarik. Berbagai produk hasil ulang mulai dari kerajinan hingga bahan baku industri telah tergenerate. Selain itu, bank sentral juga memastikan limbah racik dapat digunakan sebagai tambahan sumber energi listrik. Pendekatan ganda ini menunjukkan bahwa pengelolaan uang bisa secara bersamaan memperbaiki kondisi lingkungan dan mendorong perekonomian di tingkat dasar.

  • Kolaborasi dengan UMKM menghasilkan produk uniq yang nilainya ditingkatkan.
  • Limbah racik diolah menjadi sumber energi alternatif untuk industri.
  • Target Bank Indonesia mencapai 100% pengolahan limbah hingga tahun 2027.

Pengelolaan Rupiah tidak berhenti ketika uang tidak lagi layak edar. Ketika uang tidak lagi layak edar, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana memusnahkannya, tetapi bagaimana memberikan nilai baru melalui pemanfaatan yang produktif.

Kata tersebut disampaikannya Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali dalam keterangan pers resmi. Ia menekankan bahwa pengelolaan uang harus responsif terhadap tuntutan lingkungan dan keberlanjutan. Transformasi ini sudah mendapatkan pengakuan Internasional Association of Currency Affairs (IACA) Award 2026, yang menjadi bukti bahwa inovasi BI berhasil dinikmati di tingkat global.

Inovasi Regional: BNM dan Bank of Thailand

Bukan hanya Indonesia, lawan bicara regional juga berinovasi. Bank Negara Malaysia (BNM) telah menemukan cara untuk menyulap limbah racik uang menjadi berbagai produk bernilai. Sementara itu, Bank of Thailand memilih untuk menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama. Strategi ini bertujuan memperpanjang masa edar uang, sehingga mengurangi kebutuhan pencetakan ulang yang rusak atau usang. Keempatannya sama: efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan uang.

  • Bank Negara Malaysia: limbah uang diulas menjadi produk kreatif.
  • Bank of Thailand: bahan kertas tahan lama untuk efisiensi pencetakan.

Banyaknya pengalaman negara tetangga menunjukkan bahwa keberlanjutan sudah menjadi bagian integral dari pengelolaan uang modern. Tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tertanam.

BRIDGE 2026: Dialog Internasional di Istora Senayan

Masyarakat internasional dan otoritas moneter bertemu di BRIDGE 2026, forum dialog internasional untuk ekosistem pengelolaan uang yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 13 Agustus 2026. Acara ini menjadi bagian dari FERBI 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Forum ini menjadi tempat pertukaran wawasan antara bank sentral dan otoritas moneter dari India, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Papua Nugini. Selain itu, pelaku industri uang tunai internasional juga hadir untuk mendiskusikan tantangan dan peluang dalam pengelolaan uang yang berkelanjutan. Diskusi di BRIDGE 2026 membuktikan bahwa pembangunan paradigma ekonomi sirkular di sektor uang membutuhkan koordinasi global.

Melalui forum ini, diharapkan berbagai negara dapat menyelaraskan kebijakan, membagi teknologi, dan meningkatkan efektivitas pengolahan limbah uang. Konsep ini sudah tidak lagi satu-satu negara, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan yang lebih hijau.

Dengan adanya inovasi, kerjasama lintas sektor, dan dialog internasional, Bank Indonesia membuktikan bahwa uang Rupiah masa depan akan memiliki nilai yang berkelanjutan, baik untuk ekonomi maupun lingkungan. Arahannya menuju target 2027 dan penerapan ekonomi sirkular yang menyeluruh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User